7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
(Foto: Facebook/Farah Hanim)
Dream - Berikut ini peringatan bagi ibu-ibu yang menitipkan anaknya ke pengasuh. Seorang ibu tidak menyangka telinga anaknya lecet parah, yang semula dibilang digigit semut oleh pengasuhnya, ternyata adalah akibat disiksa.
Menurut ibu yang bernama Farah Hanim itu, saat mengambil anaknya, Habib dan abangnya Haziq, pengasuh memberitahu putranya yang bungsu telah digigit semut sehingga telinganya lecet-lecet.
Karena melihat luka di telinga Habib bukan seperti gigitan semut, Farah pun membawa anaknya itu ke rumah sakit.
Setelah selesai diperiksa, dokter memastikan cedera di telinga anaknya itu adalah akibat disiksa.
Farah meluapkan kekesalan dan kekecewaan di Facebook. Farah bercerita bahwa dia menitipkan kedua anaknya, Habib dan abangnya Haziq, ke seorang pengasuh di dekat rumahnya.
Setiap kali pulang, sang abang selalu bilang diperlakukan semena-mena oleh pengasuhnya. Kata Haziq, dia sering dijewer, dipukul di paha atau dicubit di kaki.
© Dream
Awalnya Farah tidak percaya dengan cerita Haziq. Dia mengira anak sulungnya itu yang nakal sehingga mendapat hukuman dari pengasuhnya.
Namun setelah melihat kondisi Habib, Farah baru percaya dengan cerita Haziq bahwa pengasuh sering menyiksa mereka.
Apalagi Haziq tba-tiba ketakutan jika diajak pergi ke rumah pengasuhnya. Rupanya bocah tersebut mengalami fobia sehingga tidak mau lagi dititipkan.
Farah pun sadar bahwa selama ini pengasuh anak-anaknya sangat pintar menyembunyikan perbuatannya.
" Suka putar-putar. Sekarang memang tidak mengaku dan menggunakan anaknya sebagai tameng. Awalnya bilang Habib digigit semut. Setelah hasil pemeriksaan dokter keluar, tiba-tiba dia bilang Habib kena pistol mainan anaknya. Habis itu alasan lainnya bilang anaknya tendang Habib. Jadi bukan salah dia," tulis Farah dengan emosi di Facebook.
© Dream
Kata Farah, sekarang pengasuh anak-anaknya minta laporan ke polisi ditarik. Setelah itu tiba-tiba marah karena Farah mengunggah masalah anak dan pengasuhnya itu di media sosial.
" Dia bilang nanti malu saudara dan teman-temannya tahu masalah dia. Biar mereka tahu perilakumu. Kamu yang stres anakku yang jad korban. Jaga anak cuma mau uangnya saja," tambah Farah.
Farah pun teringat kata-kata tetangga pengasuhnya itu yang bilang bahwa anak-anak sering dibiarkan menangis lama sampai suaranya serak.
Farah mengingatkan ibu-ibu yang menitipkan anak-anak agar waspada dan selalu menanyakan apa saja yang terjadi selama dititipkan.
" Hati-hati dengan pengasuh anak, kadang-kadang dia baik di depan kita, tapi di belakang?" katanya.
(Sumber: malaysiandigest.com)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?