Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?
Prabowo Ramai-Ramai Dicalonkan Lagi
Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan
Ingin Memperlambat Penuaan? Studi Ungkap Hal yang Mungkin Membantu dan yang Ternyata Tak Banyak Berpengaruh
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Arab Saudi cukup serius mengubah citra negaranya yang selama ini dituding mengekang kebebasan para wanita. Indikasi ini terlihat dari banyaknya kebijakan baru Saudi yang sangat berkebalikan dengan aturan lama cenderung konservatif.
Kini Saudi menjadi lebih ramah dengan kaum hawa. Setelah membolehkan wanita bekerja di ruang publik dan menyetir serta datang ke stadion, Saudi menerbitkan visa bagi pelancong wanita tanpa ditemani mahram.
Direktur Perizinan Komisi Pariwisata dan Cagar Budaya Nasional Saudi (SCTH), Omar Al-Mubarak, mengatakan visa pelancong wanita ini berlaku tunggal. Visa tersebut dapat digunakan selama 30 hari.
" Visa ini digunakan untuk pekerjaan, kunjungan, visa haji dan umroh," kata Omar, dikutip Dream dari Arab News, Jumat, 12 Januari 2018.
Omar mengataka visa ini akan berlaku pada kuartal pertama 2018 ini. Saat ini, peraturan terkait penerbitan visa tersebut dalam proses finalisasi.
" Departemen Teknologi Informasi SCTH saat ini sedang membangun sistem elektronik untuk penerbitan visa turis, berkoordinasi dengan perwakilan dari Pusat Informasi Nasional dan Kementerian Luar Negeri," ujar Omar.
Sebelum akhirnya diterapkan, Saudi telah menguji coba kebijakan visa turis pada 2008 dan 2010. Dari percobaan tersebut, lebih dari 32 ribu wisatawan mengunjungi Arab Saudi.
Prosedur visa mereka difasilitasi oleh sejumlah biro perjalanan yang dilisensi oleh SCTH. Prakarsa Visa Pariwisata dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sistem visa turis yang memungkinkan wisatawan berkunjung ke destinasi baru di Arab Saudi.
Kebijakan ini sebagai upaya mengembangkan layanan dan fasilitas pariwisata dan warisan budaya di Arab Saudi. Tujuannya juga untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja bagi warga Saudi dan mengurangi sifat musiman pariwisata internasional yaitu umroh dan haji.
(Sah)
Advertisement

Sering Merasa Orang Lain Tidak Menyukai Anda? Bisa Jadi Ini Hanya ‘Liking Gap’

Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?

Sudah Tidur 8 Jam tapi Tetap Lelah? Bisa Jadi Anda Kekurangan 7 Jenis Istirahat Ini


Apa yang Masih Bisa Dilakukan Manusia yang Tak Bisa Dilakukan AI?


Ini Satu Hal Sederhana yang Ternyata Bisa Membantu Perawatan Ibu Setelah Melahirkan