Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Profesor Jaswir Berhasil Menemukan Pendeteksi Zat Haram (Foto: Arab News)
Dream - Profesor Irwandi Jaswir asal Indonesia meraih penghargaan internasional Raja Faisal 2018 atas jasa kepada Islam. Irwandi dianggap berkontribusi pada pengembangan "ilmu kehalalan" yang berkaitan degan makanan.
Laman Arab News melaporkan, riset Jaswir mengembangkan metode baru untuk menganalisis zat yang digunakan dalam pembuatan "Makanan Halal Alternatif".
Selain itu, Jaswir kolaborasi untuk mengembangkan metode baru yang dapat mendeteksi dengan cepat zat non-halal dalam makanan. Jaswir menyebut alat yang dapat mendeteksi alkohol atau lemak babi dalam makanan secara cepat itu dengan nama Portable Electronic Nose.
Jaswir merupakan lulusan Institut Pertanian Bogor pada 1992. Dia kemudian melanjutkan master di bidang Ilmu Bioteknologi dan Makanan pada 1996. Gelar doktor diperolehnya pada 2000 dari Universitas Putra di Malaysia.
Penghargaan Internasional Raja Faisal yang diadakan sejak 1979 itu juga diberikan kepada sejumlah orang yang berjasa pada studi keislaman, bahasa Arab dan sastra, kedokteran, dan ilmu pengetahuan.
Di tahun ini, penghargaan Raja Faisal bidang studi keislaman diberikan kepada Prosefor Bashar Awwad asal Yordania. Awwad dinilai telah memberikan pandangan historis dan geografis yang luas dalam menyunting sejumlah studi hadis dan sejarah.
Selain itu, ada pula Profesor Chokri dari Tunisia yang dianugerahi penghargaan untuk bahasa Arab dan Sastra. Mabkhout dikenal dalam memperlakukan dan menganilisa manuskrip biografi Arab.
Sementara itu untuk bidang pengobatan, Profesor James P. Allison diberi penghargaan karena kontribusinya mengembangkan imunoterapi kanker.
Adapun Profesor Sir John M. Ball dari University of Oxford, menganugerahi penghargaan ilmu pengetahuan atas kontribusi dan terobosannya terhadap persamaan diferensial parsial nonlinier, kalkulus variasi, dan sistem dinamik.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
