Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Bocah 4 tahun Praveen Kumar, diserbu 17 ekor anjing liar di Guntur, India pada Kamis pekan lalu. Luka parah yang dia derita menyebabkan balita itu tewas.
Dikutip dari deccanchronicle.com, Kumar keluar rumah bersama kakaknya untuk bermain. Tetapi, dia justru diserang sekawanan anjing liar secara membabi buta.
Dalam serangan sekitar 30 menit itu, anjing-anjing itu menggigit Kumar di di berbagai sisi tubuhnya. Bocah itu sempat berteriak, berharap ada pertolongan.
Menurut orangtua Kumar, tetangga mendengar teriakan balita itu dan mengerumuninya. Tapi mereka malah sibuk merekam insiden itu dengan ponsel dan tidak mau menyelamatkan Kumar.
Insiden ini membuat Presiden Asosiasi Hak Anak India, Achyuta Rao, sangat geram. Dia mengaku kecewa dengan tingkah para tetangga yang sibuk merekam secara rinci kejadian itu, tetapi terlalu takut menyelamatkan Kumar.
Orangtua balita itu, Yesu Kumar, 32 tahun, dan Malleswari, 28 tahun, berprofesi sebagai pekerja dengan penghasilan 150 rupee sehari, setara Rp30 ribu. Keduanya sempat melarikan Kumar yang kritis ke rumah sakit.
Sayangnya, nyawa Kumar tidak dapat diselamatkan. Bocah itu meninggal dalam perawatan gawat darurat.
Ibu Kumar, Malleswari sempat melayangkan aduan kepada Dewan Kota Guntur. Dia mengeluhkan keberadaan anjing-anjing liar yang jumlah cukup banyak sehingga mengganggu.
Sayangnya, aduan itu tidak mendapat tanggapan apapun. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya