Donasi untuk Rekonstruksi Wajah Polisi Korban Suporter Brutal

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Juli 2016 18:28
Donasi untuk Rekonstruksi Wajah Polisi Korban Suporter Brutal
Rekonstruksi berlangsung pada Senin kemarin mulai pukul 09.00 WIB. Diprediksi rekonstruksi akan selesai pada pukul 15.00 WIB.

Dream - Polisi yang menjadi korban kerusuhan Jakmania pada laga pertandingan sepak bola Persija melawan Sriwijaya FC, Brigadir Hanafi kini tengah menjalani rekonstruksi wajah.

Berdasarkan informasi yang diunggah pengelola akun Facebook Divisi Humas Polri pada Senin, 11 Juli 2016, rekonstruksi berlangsung mulai pukul 09.00 WIB. Diprediksi rekonstruksi akan selesai pada pukul 15.00 WIB.

Untuk meringankan beban Hanafi, sejumlah polisi membuat akun grup Bhayangkara Nusantara di media sosial Telegram. Melalui akun tersebut, mereka mengumpulkan donasi untuk membantu mengurangi beban biaya rekonstruksi Hanafi.

Donasi itu kemudian diserahkan oleh perwakilan grup Kompol Bayu Suseno kepada istri Hanafi, Hidayaturrohmah. Penyerahan disaksikan oleh AKP Sri Handayani, Ipda Mulyono, dan Brigadir Jumadi selaku perwakilan Brimob Polda Metro Jaya.

Brigadir Hanafi menjadi korban kerusuhan suporter Persija, Jakmania pada 24 Juni 2016 lalu. Hasil visum menunjukkan Hanafi mengalami sejumlah luka akibat pukulan benda tumpul. Brigadir Hanafi juga mengalami luka parah di bagian mata. Bahkan, bola matanya harus diangkat. (Ism)

 

1 dari 3 halaman

Suporter Brutal GBK, Krishna Murti: Kami Akan Kejar Kemanapun

Dream - Kerusuhan suporter di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Jumat 24 Juni 2016 lalu berbuntut panjang hingga kini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti secara tegas mengatakan bakal membabat habis pelaku rusuh yang meyebabkan 5 orang mengalami luka serius, dua mobil rusak, 5 motor dibakar dan juga memakan korban anggota kepolisian dengan luka yang cukup parah.

" Kami akan kejar kemanapun para pelaku kerusuhan GBK. Jadilah supporter yang baik," ucap Krishna seperti dikutip Dream dari akun facebooknya, Minggu 26 juni 2016.

Dalam postingan facebooknya, Krishna juga mengunggah beberapa foto yang diduga menjadi pelaku kerusuhan. Krishna juga meminta kepada anggota Kepolisian melakukan penegakan hukum secara adil.

" Kalian adalah negara. Kami akan tegakkan hukum secara adil. Negara tidak boleh kalah oleh suporter brutal," ucapnya.

Sebanyak empat polisi yang menjadi korban antara lain Brigadir Hanawiah, Brigadir Supriadi, Brigadir Wawan Chandra, dan Aiptu Muhtadi tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.

Ulah suporter rusuh tersebut juga berbuntu pada perusakan di sebuah Distro atribut Jakmania di Utan Kayu, Jakarta Timur Sabtu 25 Juni. Hal yang sama menimpa Toko Crazy Orange Distro (menjual atribut Jakmania juga) di Rawasari, Jakarta Pusat.

2 dari 3 halaman

Suporter Tersangka Kerusuhan GBK Itu Tak Hafal Pancasila

Dream - Polda Metro Jaya menangkap sejumlah suporter Persija pelaku kerusuhan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Salah satu pelaku diketahui bernama Jamal dari Cikarang, Jawa Barat, ternyata tidak hafal Pancasila.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah (POlda) Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Krishna Murti mengunggah video tersangka saat diminta membacakan Pancasila oleh penyidik. Video itu tayang di akun Facebook milik Krishna.

Dalam video itu terlihat Jamal berusaha melafalkan Pancasila. Sayangnya, Jamal harus mengulangi beberapa kali pelafalan Pancasila itu karena tidak hafal.

" Jamal biang rusuh the Jack dari Cikarang ; tIdak hafal Pancasila.. Mau dibawa kemana Negeri ini #‎kmupdates," tulis Krishna di akun Facebook miliknya, diakses pada Selasa, 28 Juni 2016.

Sejak diunggah pada Senin kemarin, video ini disukai sebanyak 6.200 pengguna Facebook dan telah dibagikan sebanyak 506 kali. Selain itu, video tersebut mendapat 519 komentar.

" Ngucapin Pancasila Brebet, Nyanyi Indonesia Raya kagga hapaL, Parah harus dikasih Penataran P4 lg Nich... Jack siap jadi Guru kesenian dan PMP dadakan Komandan,"  tulis pemilik akun Jacklyn Stb.

Komentar lain datang dari pemilik akun T Yuliatin Yuliatin. " di lapangan gaya sok jagoan giliran di tangkap Pak Polisi mati kutu! and bolak balik suruh sebut Pancasila ga tuntas tuntas! muka aja memelas kaya cape, kasihan and stress!! itulah ga pikir panjang sebelum bertindak!??"  tulis pemilik akun.

Kerusuhan terjadi pada Jumat pekan lalu saat laga Persija melawan Sriwijaya FC di GBK. Kerusuhan bermula sesaat setelah Persija kebobolan satu gol dari Sriwijaya FC.

Kerusuhan itu mengakibatkan banyak korban luka. Termasuk anggota polisi yang kritis karena disiram air keras di bagian mata. Sementara 6 anggota polisi lainnya juga mengalami luka-luka. (Ism) 

3 dari 3 halaman

Ricuh di GBK, 1 Polisi Kritis Disiram Air Keras oleh Jakmania

Dream - Pertandingan antara Persija Jakarta versus Sriwijaya FC yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jumat kemarin diwarnai kericuhan. Satu polisi yang mengamankan lokasi dilaporkan kritis.

Berdasarkan keterangan tertulis dalam Facebook Divisi Humas Polri, polisi yang kritis itu bernama Brigadir Hanafi. Ia dikabarkan mengalami pecah mata kiri karena disiram air keras dan dilempar batu oleh oknum Jakmania.

" Turut berbelasungkawa bagi anggota kami Brigadir Hanafi dan rekan-rekan Bayangkara yang berjaga dalam pertandingan Persija vs Sriwijaya yang kini kritis dan mengalami pecah mata kiri karena disiram air keras dan dilempar batu oleh oknum Jackmania,"  demikian pesan tertulis dalam Facebook Divisi Humas Polri, Sabtu, 26 Juni 2016.

Melalui akun Facebook juga doa dihaturkan bagi para polisi yang menjadi korban.

" Di bulan yang baik ini, baiknya kita saling berbagi doa, semoga rekan-rekan Bayangkhara yang sedang dirawat segera mendapat kesembuhan dan oknum yang menghalalkan anarkisme di dunia sepakbola segera mendapat sanksi hukum,"  begitu keterangan selanjutnya.

Untuk diketahui, kericuhan Jakmania bermula dari pertandingan antara Persija dan Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno, kemarin. Saat tim Persija kemasukan satu gol, seorang suporter masuk ke lapangan dan memancing suporter lain menjebol pagar tribun sektor 13 dan 14 stadion tersebut. Bentrokan pun tak dapat dihindari.

Beri Komentar