Dream - Polda Bali tengah mengumpulkan sejumlah bukti keterlibatan Yvonne Caroline Megawe dalam kasus pembunuhan Angeline. Menurut keterangan kuasa hukum tersangka Agus Tay Hamba May, Haposan Sihombing, proses pengumpulan bukti tersebut tengah berjalan.
" Penyelidikan keterkaitan Yvonne soal penggalangan dana dan dugaan penculikan. Itu informasi yang kami terima tengah diselidiki oleh Polda Bali dan Polresta Denpasar," ujar Haposan, Rabu, 22 Juli 2015.
Haposan mengatakan Yvonne dicurigai terlibat dalam proses pembunuhan berdasarkan keterangan kliennya. Saat menjalani pemeriksaan, Agus menyebut Yvonne datang ke lokasi kejadian setelah Angeline terbunuh.
" Agus kan keterangannya hanya sampai Yvonne datang malam hari pada 16 Mei 2015 kala Angeline dinyatakan hilang. Selanjutnya kita serahkan kepada polisi," kata Haposan.
Lebih lanjut, Haposan mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu selesainya proses penyidikan. Jika nantinya penyidik meminta keterangan lanjutan, Haposan menduga hal itu akan dilakukan setelah proses persidangan gugatan praperadilan yang diajukan tersangka Margriet Christine Megawe.
" Hari Sabtu ini kan hari raya Kuningan. Kalaupun Agus ingin dimintai keterangan tambahan, saya mengira selesai sidang praperadilan. Sementara ini belum ada kegiatan dan perkembangan apapun," ungkap dia.
Laporan: Berry Putra
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Berbahaya, Begini Penampakan Aslinya Saat Diperbesar 2.600 Kali

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya