Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Bom Bekasi

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 15 Desember 2016 13:27
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Kasus Bom Bekasi
Tujuh tersangka merupakan jaringan teroris Bahrun Naim, yang terhubung dengan Jamaah Anshari Daulah (JAD)

Dream - Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar, mengatakan, Tim Detasemen Khusus Anti-Teror 88 telah menetapkan tujuh tersangka kasus temuan bom di Jalan Bintara VIII, Bekasi, Jawa Barat.

Para tersangka merupakan jaringan teroris Bahrum Naim, yang terhubung dengan kelompok Jamaah Anshari Daulah (JAD).

" Di mana sel ini merupakan dari Bahrun Naim, beberapa tokoh tergabung dalam JAD. Terakhir mereka dapat tugas dari Filipina," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 15 Desember 2016.

Boy menambahkan, pimpinan dari sel teroris bom Bekasi itu berinisal MNS. Dia merekrut DYN yang berperan sebagai pengantin bom.

Selain itu, MNS diketahui memberikan uang kepada DYN sebesar Rp1 juta untuk biaya hidup sehari-hari di Bekasi. MNS juga berperan sebagai perakit bom.

Kemudian ada AS yang menemani MNS membawa bom dari Jawa Tengah ke Jakarta. Ada juga S yang menjadikan rumahnya di Jawa Tengah sebagai tempat penyimpanan bom.

" Kemudian KF, perannya penting membuat peledak di rumahnya di Ngawi. Intens berkomunikasi dengan Bahrun Naim," ucap dia.

Ada juga WS yang berperan menyimpan bom rakitan yang dibuat MNS. Kemudian ada DYN, seorang wanita asal Cirebon yang berperan sebagai calon pengantin bom.

Boy menuturkan polisi juga menetapkan seorang wanita berinisial APM sebagai tersangka. Dia dianggap mengetahui perencanaan peledakan bom yang dibawa ke Bekasi dan berperan sebagai fasilitator penerimaan uang pembuatan bom.

Ketujuh tersangka dijerat Pasal 7 juncto Pasal 15 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003, tentang Pemberantasan Terorisme. Mereka diancam dengan hukuman penjara seumur hidup.

Beri Komentar