Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Psikiater Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Natalia Widiasih Rahardjanti mengungkapkan terdakwa kasus kopi sianida Jessica Kumala Wongso pernah mencoba bunuh diri saat berada di Australia. Informasi ini diperoleh dari catatan Kepolisian Federal Australia (AFP) yang ditunjukkan penyidik.
" Dari kepolisian Australia ada beberapa catatan percobaan penbunuhan yang dilakukan Jessica," ujar Natalia dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 18 Agustus 2016.
Natalia menyebutkan percobaan bunuh diri dilakukan Jessica pada 29 Januari 2015. Tetapi, upaya tersebut berhasil digagalkan.
Jessica kembali mencoba melakukan upaya bunuh diri pada 22 Agustus 2015 dengan cara menabrakkan mobil ke dinding bangunan panti jompo di Australia. Lagi-lagi, upaya Jessica kembali gagal.
Tak berhenti disitu, pada 26 Oktober 2015, usaha bunuh diri kembali dilakukan Jessica dengan cara menghirup asap panggangan barbeque.
Kemudian pada 15 November 2015, Jessica sudah menyiapkan pisau, skop dan alarm asap yang dibungkus plastik. Dia menggunakan alat-alat itu untuk bunuh diri dan gagal.
Terakhir, upaya Jessica mengahiri hidupnya dilakukan pada 22 November 2015. Kali ini polisi menemukan alkohol dan surat catatan bunuh diri yang dibuat oleh Jessica.
Berdasarkan catatan AFP, rentetan percobaan bunuh diri Jessica itu bermuara faktor depresi akibat hubungan asmaranya dengan Patrick.
" Inti catatannya, Jessica merasa kehilangan Patrick yang berjanji membantunya. Kemudian tidak mendapatkan support dari keluarga," kata Natalia.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya