Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Menkes: Dia Harusnya Dihukum

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 14 Oktober 2021 19:05
Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Menkes: Dia Harusnya Dihukum
Budi menegaskan pelaku pelanggaran harus dihukum.

Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan selebgram Rachel Vannya seharusnya segera masuk karantina. Dia menilai kaburnya Rachel merupakan pelanggaran aturan karantina.

" Dia harusnya masuk karantina lagi dan dihukum supaya jangan melanggar lagi," ujar Budi.

Aturan karantina, tambah Budi, ditetapkan bukan semata untuk kepentingan satu dua orang, tetapi untuk menyelamatkan banyak orang.

Sementara pelanggaran aturan karantina bukan semata urusan pribadi pelakunya. Sebab, pelanggaran itu justru mendatangkan risiko yang besar bagi masyarakat.

" Kalau dia melanggar itu, dia memberikan risiko ke publik, ke masyarakat," kata Budi, dikutip dari Merdeka.com.

1 dari 7 halaman

Proses Hukum Berjalan

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, menyatakan, proses hukum terhadap pelanggaran karantina berjalan. Dia menegaskan aturan yang berlaku ditegakkan demi keselamatan bersama.

" Terkait kasus WNI yang meninggalkan masa karantina di Wisma Atlet sebelum waktunya, maka Pemerintah memastikan proses hukum sedang berjalan," kata Wiku dalam konferensi pers virtual.

Dia mengingatkan seluruh pelaku perjalanan internasional untuk taat aturan. Jika terjadi pelanggaran, maka akan ada sanksi tegas.

" Jangan melanggar karena akan dikenakan sanksi yang tegas," kata Wiku.

2 dari 7 halaman

Oknum TNI Bantu Rachel Diperiksa Satgas Covid-19

Sementara, Kapendam Jaya, Kolonel Artileri Pertahanan Udara (Arh) Herwin BS mengungkapkan oknum anggota TNI yang diduga membantu kaburnya Rachel diperiksa oleh Satgas Covid-19. Demikian pula dengan tenaga kesehatan, tenaga pengamanan, serta beberapa pihak yang diduga terlibat.

" Pemeriksaan terkait dari tenaga atau orang yang mengatur secara prosedur tentang mekanisme di lapangan untuk didapatkan kebenaran datanya," kata Herwin.

Terkait sanksi, Herwin belum bisa memberikan keterangan. Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan di Satgas Covid-19.

" Ini masih menunggu," kata dia.

3 dari 7 halaman

Temuan Mengejutkan Hasil Investigasi Rachel Vennya Kabur dari Karantina

Dream - Kasus dugaan selebgram Rachel Vennya diduga dari karantina Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan turut menyeret instansi TNI. Hasil investigasi menemukan bukti Rachel kabur dibantu seorang oknum anggota TNI.

Temuan itu diketahui setelah Kogasgabpad Covid-19 menggelar investigasi atas dugaan kaburnya Rachel dari kewajiban menjalani 8 hari karantina. 

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Jayakarta (Kapendam Jaya), Kolonel Arh Herwin, BS, mengatakan hasil investigasi menyatakan oknum TNI berinisial FS diduga membantu keluarnya Rachel Vennya.

FS bertugas di bagian Pengamanan Satgas Covid-19 Bandara dan diduga telah melakukan tindakan non-prosedural.

" Dia (FS) yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri," ujar Herwin, dikutip dari Liputan6.com.

4 dari 7 halaman

Perintah Pangdam Jaya

Atas kasus ini, Herwin mengungkapkan Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) selaku Panglima Kogasgabpad Covid-19 telah mengeluarkan perintah dilakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap FS secepatnya.

Pemeriksaan juga akan dilakukan ke sejumlah tenaga kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina lainnya agar hasil penyidikan bisa maksimal.

Dia menyatakan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi. Herwin juga menyatakan sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomo 18 Tahun 2021, setiap pelaku perjalanan internasional yang baru datang dari luar negeri wajib melaksanakan karantina selama 8x24 jam.

Selanjutnya, Herwin mengungkapkan proses pemeriksaan sedang berjalan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

" Dimulai dari hulu sampai ke hilir dalam arti pemeriksaan dilakukan dimulai dari bandara sampai dengan di RSDC Wisma Pademangan," ucap Herwin.

 

5 dari 7 halaman

Tak Berhak Karantina di Wisma Atlet

Herwin juga mengungkapkan Rachel bukan orang yang berhak menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Dia tidak termasuk dalam kategori WNI pelaku perjalanan luar negeri yang ditetapkan dalam SE Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021.

" Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang tidak berhak mendapatkan fasilitas tersebut," kata Herwin.

Rachel diketahui baru pulang dari Amerika Serikat untuk urusan bisnis. Seharusnya, Rachel menjalani karantina di hotel khusus karantina.

Berdasarkan SE Satgas Covid-19, mereka yang berhak menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet adalah para pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan menetap di Indonesia minimal 14 hari. Kemudian, para pelajar dan mahasiswa Indonesia usai menempuh pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri.

Selain itu, pegawai Pemerintah Indonesia yang kembali ke Tanah Air setelah melakukan perjalanan dinas dari luar negeri.

 

6 dari 7 halaman

Ini Ketentuan WNI yang Baru Pulang dari Luar Negeri

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan aturan karantina bagi WNI yang baru tiba dari luar negeri berlaku selama delapan hari. Ketentuan itu disertai dengan aturan tambahan berupa tes PCR sebanyak tiga kali dengan hasil negatif.

" Ketentuannya masih delapan hari ya, dan disertai tiga pemeriksaan PCR negatif baru bisa dinyatakan selesai karantina," kata Nadia.

Selain itu, kata Nadia, karantina dijalankan di hotel atau wisma karantina yang sudah ditunjuk. Juga, dilarang untuk keluar dari area karantina.

 

7 dari 7 halaman

Ancaman Untuk Pelaku Pelanggaran Karantina

Bagi pelaku yang melanggar aturan karantina, ada sanksi tegas yang tertuang dalam Pasal 14 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Pasal tersebut memuat ketentuan pelanggar karantina sebagai berikut

(1) Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

(2) Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

(3) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

Tak hanya itu, pelanggar juga dikenakan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Demikian bunyi pasal tersebut.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Beri Komentar