Kisah Puasa Pertama Para Mualaf di UEA, Ada yang Sempat Sembunyi-Sembunyi

Reporter : Ulyaeni Maulida
Kamis, 14 Mei 2020 18:01
Kisah Puasa Pertama Para Mualaf di UEA, Ada yang Sempat Sembunyi-Sembunyi
Ini adalah pengalaman puasa Ramadhan pertama.

Dream – Sebaanyak 852 orang telah menyatakan masuk Islam di Uni Emirat Arab (UEA) sepanjang periode Januari hingga April 2020. Dan tahun ini menjadi Ramadhan pertama bagi mereka.

Meskipun suasana Ramadhan tahun ini terasa berbeda akibat pandemi covid-19, hal itu tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap menjalankan ibadah puasa.

Beberapa dari para mualaf ini adalah para pekerja yang datang untuk berkunjung ke UEA dengan tujuan pekerjaan. Namun, pada akhirnya mereka mulai tertarik tentang Islam dan mempelajarinya. Mereka pun berbagi kisah tentang Ramadhan pertama ini.

1 dari 3 halaman

Sean Bessit

Sean Bessit tak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi seorang Muslim, menetap di Timur Tengah, hingga berpuasa di bulan Ramadhan.

Ia tumbuh dalam keluarga Kristen di Skotlandia. Bessit yang sekarang berusia 51 tahun dan tinggal di Ajman pun masuk Islam pada bulan Maret tahun ini. dan tentu saja Ramadhan ini menjadi Ramadhan pertama baginya.

Bessit mulai belajar tentang Islam sejak kunjungan pertamanya ke UEA beberapa tahun lalu.

“ Perusahaan tempat saya bekerja di Berlin mengirim saya ke UEA pada tahun 2016. Saya tidak tau banyak tentang Muslim. Saya hanya memiliki foto tentang militer seperti perang di Irak dan Afganistan,” ucap Bessit yang bekerja di perusahaan IT.

“ Kemudian ketika saya pindah ke sini dan mulai tinggal di sini, saya menyadari sebagian besar teman saya adalah Muslim. Dan kami menjadi sangat baik. Mereka mengajari saya lebih banyak tentang Islam dan mengubah pendapat saya. Ketika saya mencari tahu lebih banyak, saya menyadari bahwa itulah yang saya cari.”

Puasa yang terasa berbeda ini, menjadi pengalaman baru bagi Bessit. Ia mengatakan bahwa lebih sulit bertemu dengan teman-temannya yang selama ini membantunya dalam mempelajari Islam.

Ia pun memutuskan untuk menetapkan target berdoa sesering mungkin. Membaca dan memahami Al-Quran sebanyak mungkin.

Untuk sahur dan berbuka, Bessit biasanya memasak sendiri dirumah. Terkadang ia juga memesan pizza dan memasak salah satu makanan favoritnya yaitu Uzbek Pilov atau sepiring nasi dengan sayuran dan daging sapi.

2 dari 3 halaman

Ivan Knightsbridge

Ivan Knightsbridge saat ini berusia 40 tahun. Ia pindah ke Dubai dari Rusia setahun yang lalu. Dan kunjungannya ke UEA membuatnya belajar banyak tentang Islam.

Ia masuk Islam pada 20 Meret tahun ini dan mulai mempersiapkan Ramadhan pertamanya. Sejak sebulan sebelum Ramadhan, ia telah berusaha mengubah kebiasaan tidur, makan dan olahraganya agar dapat beradaptasi dengan baik saat berpuasa.

" Tantangan pertama saya adalah saat melakukan latihan fisik sebelum Maghrib, ketika sepanjang hari saya berpuasa," kata Knightsbridge, yang bekerja sebagai agen real estat.

“ Tantangan kedua adalah tidak minum air sepanjang hari. Tetapi jika berusaha fokus pada klien saya dan membaca Quran. Waktu berlalu dengan cepat dan membantu saya kembali fokus berpuasa saya. "

Ia mengatakan bahwa Ramadhan telah membantunya meningkatkan beberapa kebiasaan. Seperti bersikap sopan, memiliki pikiran yang jernih hingga selalu berhati-hati dalam bertindak.

 

3 dari 3 halaman

Fathima Zuhara

Fathima Zuhara adalah seorang ekspatriat India yang masuk Islam setelah menikah. Ini adalah Ramadhan pertama baginya.

Zuhara mengatakan ia menjalankan ibadah puasa secara diam-diam karena ibunya tidak mengetahui tentang agama barunya.

Setelah menikah dengan suaminya yang merupakan seorang Muslim, Zuhara pindah ke Dubai tiga bulan lalu. Meskipun pada awalnya pernikahan itu ditentang oleh keluarganya.

Ia mengatakan kini orang tuanya telah menerima pernikahannya. Dan membangun kembali hubungan mereka.

Untuk buka puasa Zuhara dan suaminya memasak sendiri di rumah.

“ Kami punya kurma, nasi dan kari serta beberapa makanan ringan. Dalam seminggu kami biasanya membagi tiga hari untuk makanan non-vegetarian dan sisanya untuk makanan vegetarian,” ucap Zuhara.

(Sumber: thenational.ae)

 

Beri Komentar