Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Gambar Ilustrasi/shutterstock
Dream - Penduduk dunia dibuat kebingungan terkait asal muasal penyebaran Covid-19 ketika mulai melanda dunia dan menyebabkan pandemik global. Salah satu teori yang muncul adalah virus Covid-19 ditularkan kepada manusia melalui hewan trenggiling.
Teka-teki itu kemungkinan menemukan titik terang setelah sejumlah ilmuwan kemungkinan telah mengetahui misteris di balik virus Covid-19 yang bisa berpindah ke berbagai spesies. Temuan ini berpotensi membantu meramalkan bagaimana evolusi virus itu dengan lebih baik.
Ketika pandemi pertama kali muncul, ilmuwan menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menyebar di seluruh dunia menginfeksi manusia dengan " mengambil alih" reseptor yang terletak di permukaan sel.
Protein ACE2 yang paling terkena dampak banyak terjadi pada sel-sel yang melapisi hidung dan paru-paru. Namun, SARS-CoV-2 juga terbukti memiliki kemampuan untuk berikatan dengan protein lain.
Asumsi awal inilah yang mendorong tim dari Universitas Virginia untuk menyelidiki apakah virus ini bisa menginfeksi sel tanpa reseptor ACE2.
Beberapa hewan seperti anjing dan kucing domestik termasuk dalam kategori hewan yang telah terinfeksi penyakit ini. Virus Sars-CoV-2 juga menyebar melalui peternakan musang di Denmark yang mengakibatkan jutaan hewan tersebut mati.

Dr. Peter Kasson, yang menjadi salah satu penulis, menggambarkan jalur baru ini sebagai cara Covid-19 menggunakan `pintu belakang`.
Menurutnya virus yang menyebabkan Covid-19 menggunakan ACE2 sebagai pintu depan untuk menginfeksi sel. Namun, para penulis menemukan fakta lain bahwa virus ini juga dapat menggunakan pintu belakang atau jendela jika pintu depan terhalang.
" Ini berarti virus dapat terus menyebar saat menginfeksi spesies baru sampai beradaptasi untuk menggunakan pintu depan spesies tertentu. Oleh karena itu, kita harus waspada terhadap kemungkinan virus baru yang melakukan hal serupa untuk menginfeksi kita," katanya.
Seperti fakta yang terjadi, Covid-19 telah merenggut nyawa hampir tujuh juta orang di seluruh dunia. Kasus di Inggris dan Amerika Serikat terus meningkat dalam beberapa minggu terakhir, dan varian baru bernama Eris telah dianggap sebagai " variant of interest” oleh Organisasi Kesehatan Dunia(WHO).
Misteri awal mula pandemik Covid-19 masih tetap menjadi topik perdebatan yang hangat karena kalangan ilmuwan terpecah menjadi dua pandangan.
Satu pihak beranggapan bahwa virus bocor dari laboratorium besar di Wuhan, tempat Covid-19 pertama kali terdeteksi. Sementara kelompok kedua berpendapat bahwa ini adalah " zoonosis spillover event" , yaitu virus yang melompat dari spesies hewan lain ke manusia di pasar Wuhan.

Kedua teori tersebut masih belum sepenuhnya terkonfirmasi, tetapi para peneliti hanya dapat berharap pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana virus tersebut berpindah antar spesies yang dapat berevolusi di masa depan, meskipun mungkin tidak dapat menjawab dari mana virus berasal.
Menurut Dr. Kasson " Virus corona seperti SARS-CoV-2 telah menyebabkan satu pandemi dan beberapa insiden yang merugikan.”
(Laporan: Bintang Alfan/Sumber: Metro)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya