Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441 H Digelar Sore Ini, Saksikan di Sini

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 23 April 2020 15:20
Sidang Isbat Awal Ramadhan 1441 H Digelar Sore Ini, Saksikan di Sini
Sidang akan digelar secara online.

Dream - Kementerian Agama sore ini akan menggelar sidang isbat awal Ramadhan 1441H. Tak seperti tahun lalu, sidang penentuan hari pertama Puasa itu akan dilaksanakan secara online.

" Ini untuk menjaga physical distance pada masa darurat Covid-19 yang tengah kita hadapi bersama,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kamaruddin Amin.

Kamaruddin menjelaskan sidang rencananya akan mulai berlangsung di Gedung Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6 Jakarta, mulai pukul 17.00 hingga 19.20 WIB.

Ada tiga tahapan pelaksanaan sidang isbat. Sidang diawali dengan paparan posisi hilal oleh Tim Falakiyah Kementerian Agama pada pukul 17.00-18.00 WIB, yang akan disiarkan secara langsung.

Dilanjutkan dengan sidang isbat dipimpin Menteri Agama dan dihadiri unsur MUI, DPR RI, serta Pejabat Kementerian Agama. Adapun perwakilan Ormas Islam dapat mengikuti melalui webinar yang telah disiapkan pada pukul 18.20 WIB.

" Seperti biasa, prosesi sidang ini akan berlangsung secara tertutup," kata Kamaruddin.

Sedangkan hasil sidang isbat akan diumumkan melalui Telekonferensi Pers Sidang Isbat Awal Ramadan 1441H/2020M pada pukul 19.05 WIB– selesai.

Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan sidang Isbat dapat melalui beberapa link berikut.

1. TVRI (TV pool)

2. Youtube Kemenag RI: https://www.youtube.com/channel/UCg8r6lAzXP9OCyR0G1uBewg

3. Fanpage Kemenag RI: https://www.facebook.com/KementerianAgamaRI

4. Instagram Kemenag RI: https://www.instagram.com/kemenag_ri/

5. Live Streaming: https://live.kemenag.go.id/

1 dari 5 halaman

Kemenag Terbitkan Protokol Pemantauan Hilal di Tengah Pandemi Corona

Dream - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat 1 Ramadan 1441 H pada Kamis 23 April 2020. Sebagai kebiasaan, sidang ini akan mempertimbangkan hasil hisab dan rukyatul hilal untuk menetapkan jatuhnya awal puasa.

Pelaksanaan pemantauan hilal tahun ini mengalami kendala karena merebaknya virus corona. Namun Kemenag tetap menggelar rukyatul hilal, meski harus dengan ketentuan khusus.

" Rukyatul hilal tetap dilaksanakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi pada 23 April, saat terbenamnya matahari," ujar Kamaruddin, melalui keterangan tertulis.

Kamaruddin menjelaskan rukyatul hilal menjadi dasar pengambilan keputusan dalam sidang isbat. Karena saat ini Indonesia sedang dilanda pandemi Covid-19, pihaknya telah menyiapkan protokol pelaksanaan rukyatul hilal di tengah pandemi dan telah dikirimkan ke Kanwil Kemenag.

" Peserta harus dibatasi, maksimal 10 orang dan menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan serta senantiasa physical distancing selama pandemi Covid-19," kata Kamaruddin.

2 dari 5 halaman

Selain itu, diberlakukan pembatasan area yang jelas antara perukyat dengan undangan. Kemudian, para peserta harus diukur suhu badannya dan wajib menggunakan masker sebelum memasuki area rukyatul hilal.

" Bagi petugas yang merasa tidak sehat, tidak boleh mengikuti kegiatan rukyatul hilal," ucap dia.

Ketentuan lainnya, seluruh alat pantau baik teleskop, theodolite maupun kamera hanya dioperasikan oleh satu orang dan tidak boleh saling pinjam pakai. Petugas, terang Kamaruddin, dilarang berkerumun di sekitar lokasi penempatan alat pantau.

" Sebelum dan sesudah digunakan, instrumen rukyat dibersihkan dengan kain yang dibasahi dengan disinfektan," kata dia.

Lebih lanjut, Kamaruddin juga mengimbau petugas melaksanakan sholat hajat untuk memohon kelancaran dalam melaksanakan tugas pemantauan hilal.

3 dari 5 halaman

Kemenag Imbau Masyarakat Tidak Gelar Buka Puasa Bersama Selama Covid-19

Dream - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin, mengimbau umat Islam melaksanakan ibadah Ramadan dengan aman. Salah satu imbauannya adalah umat muslim disarankan beribadah di rumah selama bulan puasa.

Kamaruddin mengatakan pemerintah telah mengeluarkan imbauan berkaitan keselamatan diri di masa pandemi virus corona. Demikian pula, para ulama juga telah mengeluarkan fatwa agar umat Islam beribadah di rumah agar tidak mendapat bahaya ataupun membahayakan orang lain.

" Pemerintah menghimbau agar seluruh umat Islam tetap berada di rumah, melaksanakan ibadah di rumah saja," ujar Kamaruddin.

Tak hanya itu, Kamaruddin juga meminta umat Islam sementara waktu tidak menggelar buka puasa Ramadan bersama.

" Insya Allah kita menganjurkan agar tidak ada buka puasa bersama yang biasa, sering kita laksanakan di kantor-kantor pemerintah, di kantor-kantor swasta," ucap dia.

4 dari 5 halaman

Tak Kurangi Kualitas Ibadah

Selain buka puasa bersama, Kamaruddin juga mengharapkan umat Islam melaksanakan sholat Tarawih tidak di masjid dan mushola untuk sementara waktu. Tindakan itu dikhawatirkan akan berpotensi tertular atau menularkan penyakit kepada orang lain.

Meski beribadah di rumah, Kamaruddin mengatakan kualitas ibadah sesesorang tidak akan berkurang. Karena kualitas ibadah terletak bukan pada tempatnya, melainkan pada keikhlasan dan kekhusyukan.

" Kualitas ibadah kita insya Allah tidak akan berkurang dengan kita berada di rumah, kualitas ibadah kita tidak hanya ditentukan oleh lokus di mana kita beribadah, tapi yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas ibadah kita ditentukan oleh keikhlasan kita, ditentukan oleh kekhusyukan kita, ditentukan oleh kesucian jiwa kita," kata Kamaruddin.

5 dari 5 halaman

Ingin PSBB Efektif, Usul Penghentian Sementara Operasional KRL Dikaji

Dream - DKI Jakarta dan daerah penyangga yaitu Bogor, Depok dan Bekasi telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penularan virus corona. Beberapa hari lagi, menyusul kawasan Tangerang Raya menerapkan kebijakan serupa.

Muncul desakan dari sejumlah kepala daerah untuk penghentian sementara operasional KRL demi efektifnya PSBB. Sebabnya, operasional KRL justru kontraproduktif dengan semangat dari penerapan PSBB.

Usulan untuk meminta penghentian operasional KRL disampaikan lima kepala daerah di Bodebek kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Gubernur yang biasa disapa Kang Emil ini menyetujui usulan tersebut dan telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan serta PT Kereta Commuterline Indonesia (KCI) selaku operator KRL.

" Itu kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api dalam hal ini KCI. Jadi saya menyampaikan aspirasi dari wilayah Bodebek, karena masih banyaknya orang berdesak-desakan melalui KRL," ujar Ridwan, dikutip dari Liputan6.com.

Ridwan mengatakan operasional KRL sudah seharusnya sinkron dengan PSBB di Jabodetabek. Jadwal yang dipilih yaitu mulai 18 April, bersamaan dengan dimulainya pemberlakuan PSBB di Tangerang Raya.

" Saya hanya menyampaikan informasi itu. Keputusan itu ada di operator kereta api," kata dia.

Beri Komentar