Salut, Dokter di Depok Ini Tak Patok Tarif Berobat, Pasien Bayar Seikhlasnya

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 4 Januari 2022 09:00
Salut, Dokter di Depok Ini Tak Patok Tarif Berobat, Pasien Bayar Seikhlasnya
Rinal bahkan pernah dibayar dengan buah dan sayur.

Dream - Beramal bisa dilakukan lewat berbagai cara. Salah satunya melalui profesi yang diemban.

Hal inilah yang dilakukan Rinal Dhuri. Dokter muda ini menjadikan profesinya sebagai ladang amal.

Rinal adalah dokter muda asal Aceh yang membuka praktik di Depok, Jawa Barat. Hebatnya, dia tidak mematok tarif pelayanan bahkan bersedia tidak dibayar.

" Saat saya menjadi dokter itu sebenarnya berniat tidak mau dibayar, niat dari hati saya ingin membahagiakan orang," ujar Rinal.

 

1 dari 3 halaman

Pasien Bayar Obat Saja

Rinal bercerita awalnya dia membuka praktik di Cilodong, Kota Depok, pada 2017. Sejak pertama kali berpraktik, dia tidak pernah memungut uang jasa.

" Paling mereka (pasien) bayar obatnya saja," ucap dia.

Niatnya tidak mematok tarif semata ingin menolong sesama. Dia kerap mendapati pasiennya yang tidak mampu.

Satu-satunya kepuasan bagi Rinal adalah melihat pasiennya senang karena sembuh dari sakit. Bagi dia, hal terbaik adalah dapat memberikan manfaat bagi sesama.

" Saya enggak dapat materi tapi dapat pahala dari Allah, mungkin doa mereka yang paling penting bagi saya," kata dia.

 

2 dari 3 halaman

Kondisi Ekonomi Tiap Pasien Berbeda

Selama berpraktik, Rinal mendapati kondisi ekonomi semua pasiennya beragam. Apabila ada pasien yang tidak punya uang, Rinal tak pernah memaksa.

Malahan, dia sering mendapat bayaran dalam bentuk buah, sayuran, maupun roti. Semua dia terima dengan penuh rasa bahagia.

Niat baik Rinal pun menarik perhatian para dermawan. Dia pun mendapat banyak bantuan alat kesehatan dari orang-orang yang tidak dikenal.

" Itu mungkin rezeki saya itu, saya terima dengan iklas. Atas izin Allah kita enggak pernah kurang. Ada juga yang ngebantuin masker, sarung tangan," kata dia.

Bantuan itu datang tanpa pernah dia sangka. Tiba-tiba saja, ada orang menelepon dia dan mengatakan ingin memberikan bantuan.

" Ruko ini juga punya pasien saya," kata Rihal.

3 dari 3 halaman

Tak Pernah Hitung Pendapatan

Soal nominal pemberian pasien, Rinal mengaku tidak pernah menghitung. Cukup diterima tanpa perlu tahu berapa besarannya.

" Saya enggak pernah lihat, saya juga enggak pernah nanya sama asisten saya, dan itu (uang dari pasien) untuk membeli kembali obat-obatan," kata Rinal.

Rinal mengungkapkan menjadi dokter adalah cita-citanya sejak kecil. Motivasinya semata hanya ingin membantu sesama.

" Berbuat baik kepada sesama tujuan hidup saya, meningkatkan level ibadah, salah satunya dengan berbagi, insya Allah akan ditingkatkan level rezeki oleh Allah SWT," kata dia, dikutip dari Merdeka.com.

Beri Komentar