Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Merdeka.com)
Dream - Data kasus Covid-19 harian di Indonesia dalam beberapa hari terakhir sempat mengalami penurunan. Meski demikian, terdapat sejumlah daerah dengan jumlah kasus baru harian masih tinggi.
Kondisi tersebut terjadi di 51 kabupaten/kota dan 10 provinsi prioritas. Provinsi tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Menghadapi kondisi tersebut, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 bersama Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Penguatan Tracing. Melalui program ini, rekrutmen terbuka digelar untuk relawan contact tracing dan data manager.
Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Muhammad Budi Hidayat, mengatakan, perlu adanya penguatan kemampuan dan kompetensi relawan contact tracer.
" Dalam menggunakan aplikasi pelacakan terintegrasi, manaemen stigma dan komunikasi risiko, serta pendampingan karantina dan isolasi mandiri," ujar Budi dalam Workshop Program Penguatan Tracing yang digelar secara virtual, Selasa 3 November 2020.
Direktur Surveillance dan Karantina Kesehatan Kemenkes, Vensya Sitohang, mengatakan keberadaan relawan contact tracer sangat penting. Ini mengingat tingginya kasus positif harian di Indonesia.
Menurut Vensya, positivity rate di Indonesia masih sangat tinggi. Bahkan masih berada di kisaran 14,2 persen.
" Di mana targetnya sebenarnya di bawah 5 persen, dan ini tentunya tidak bisa dicapai kalau surveillancenya tidak berjalan dengan baik," kata Vensya.
Vensya menyatakan butuh cara lebih efektif dalam melacak dan mengarahkan karantina pada orang terduga kontak erat. Sekaligus pendampingan pasien positif Covid-19 dalam masa isolasi.
Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting, mengatakan pihaknya menargetkan tambahan personel tracer di puskesmas. Juga penambahan petugas data analisis epidemiologi sederhana di kabupaten/kota.
Jumlah personel tambahan akan diadakan sebanyak 8.060 tracer untuk ditempatkan di 1.612 puskesmas seluruh Indonesia. Diharapkan setiap daerah dapat mendeteksi lebih dari 80 persen kontak erat dari kasus terkonfirmasi dalam kurun waktu 72 jam.
Selain itu, petugas juga melakukan pemantauan kontak erat hingga 14 hari sejak terpapar. Para lulusan kesehatan yang ingin berkontribusi di kabupaten prioritas dalam melapor ke Dinas Kesehatan setempat atau mendaftar lewat bit.ly/RekrutmenVolunterContactTracing.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Presiden Joko Widodo mengingatkan seluruh menteri untuk berhati-hati terhadap kasus Covid-19. Sebisa mungkin Indonesia tidak mengalami lonjakan kasus, mengingat Eropa saat ini mengalami gelombang ke dua Covid-19.
" Saya ingin menekankan sekali lagi hati-hati karena di Eropa sudah muncul gelombang kedua yang naiknya sangat drastis sekali," ujar Jokowi, disiarkan channel YouTube Sekretariat Presiden.
Kasus Covid-19 di Indonesia dalam beberapa hari terakhir menunjukkan penurunan. Jokowi meminta para menteri tidak teledor dan tetap waspada.
" Jangan kita kehilangan kewaspadaan sehingga kejadian itu terjadi di negara kita," kata Jokowi.
Kasus Covid-19 di sejumlah negara di Eropa melonjak cukup tinggi. Seperti di Prancis yang terpaksa menerapkan kembali lockdown nasional akibat kasus baru mencapai 1 juta.
Demikian pula di beberapa negara lain. Seperti Italia, Inggris, Jerman, Spanyol yang kasus baru hariannya meningkat tajam.
" Ini agar menjadi perhatian kita semuanya dan kehati-hatian kita semuanya," ucap dia.
Jokowi bersyukur kasus aktif Covid-19 di Indonesia berada di bawah rata-rata dunia. Namun begitu, Jokowi meminta kasus yang ada dapat terus ditekan.
Data per 2 November, kasus aktif di Indonesia sebesar 13,4 persen. Sedangkan data global sekitar 25,2 persen.
" Ini yang terus harus ditekan," kata Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan agar para menteri menjaga keseimbangan dalam penanganan dampak Covid-19. Baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.
" Ini yang saya kira sudah berpuluh-puluh kali saya sampaikan tapi perlu sekali lagi ini saya tekankan," ucap dia.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya