7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Tifatul Sembiring Didesak Pengguna Twitter Untuk Meminta Maaf (Foto: Twtiiter.@tifsembiring)
Dream - Tifatul Sembiring menjadi buah bibir di media sosial Twitter. Sebab, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu menyebar foto soal Rohingya di akun Twitternya, @tifsembiring, yang ternyata dinyatakan palsu oleh warganet.
Foto yang dianggap palsu itu memperlihatkan banyak korban mati akibat dibantai dalam tragedi Tak Bai, Thailand, pada 2004. Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini menyebut foto itu sebagai warga Rohingya. Tifatul juga menyebut cendekiawan bernama Akhmad Sahal dalam unggahan itu.
" Masya Allah, lihat ini mas @sahal_AS," tulis Tifatul.
Seorang pengguna Twitter sempat meminta Tifatul mengecek kebenaran dan informasi gambar yang dia unggah. Sebab, ada yang aneh dalam unggahan Tifatul tersebut.
Merasa unggahan itu hoax, Akhmad segera membalas cuitan Tifatul. Akhmad menulis, " Pak @tifsembiring sempet share foto hoax tentang Rohingya dengan mensyen saya ya. Ga cukup hanya delete. Harusnya minta maaf juga, Pak."
Pak @tifsembiring sempet share foto hoax ttg Rohingya dgn mensyen saya ya. Ga cukup hanya delete. harusnya minta maaf juga, Pak. pic.twitter.com/hbxDeEu4KP
— akhmad sahal (@sahaL_AS)September 3, 2017
Tifatul kemudian menghapus cuitan bergambar foto tragedi Tak Bai. Dia menulis, " Ok saya hapus 1 foto itu, walaupun saya dikirimi puluhan foto-foto sadis, termasuk korban anak-anak Rohingya yang dibunuh."
Ok saya hapus 1 foto itu, walaupun saya dikirimi puluhan foto2 sadis, termasuk korban anak2 Rohingya yg dibunuh...
— Tifatul Sembiring (@tifsembiring)September 3, 2017
© Dream
Beberapa akun membalas cuitan Tifatul sembari membubuhkan Fatwa MUI mengenai tata cara bermedia sosial.
Akun @juherman1 misalnya, menulis, " Ingat-ingat Fatwa MUI Pak, nyebarin berita hoax itu hukumnya HARAM, sudah di kasih tahu foto yang dikirim hoax tapi ngeyel ya HARAMnya double."
Ingat2 Fatwa MUI pak, nyebarin berita Hoax itu Hukumnya HARAM, sdh di kasihtau foto yg di kirim hoax, tp ngeyel ya HARAMnya double.. pic.twitter.com/FeXX6PDnRW
— Juherman (@juherman1)September 3, 2017
Caswani M Noor turut mengomentari unggahan Tifatul. Menggunakan akun @jackmnoor, dia menulis, " Pak @tifsembriring kenapa Anda jadi tak bermutu? Saring sebelum sharing, Pak."
Pak @tifsembiring kenapa Anda jadi tak bermutu? Saring sebelum sharing, Pak.
— Caswani M Noor (@jackcmnoor)September 3, 2017
Sementara itu, Danang Purwanto meminta agar Tifatul segera minta maaf. Dia menulis, " Minta maaf lebih bagus dunia akhirat. Insya Allah," tulis pemilik akun @purwantodanang2 itu.
Minta maaf lebih bagus dunia akhirat. Insyaallah
— Danang Purwanto (@purwantodanang2)September 3, 2017
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?