Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Ratusan sisa yang berkunjung ke perpustakaan di Melbourne, Australia, dibikin panik. Mereka terpaksa dievakuasi para petugas pemadam kebakaran pada Sabtu, 28 April 2018.
Bukan karena ada kebaran, para siswa itu dievakuasi ke tempat aman setelah tercium bau durian.
Para petugas yang datang lengkap dengan masker dan alat bantu pernapasan menyelidiki bau menyengat yang muncul di perpustakaan tersebut. Mereka menganggap ada kebocoran gas di perpustakaan di komplek kampus RMIT di Latrobe Street.
Pihak kampus terpaksa memaggil tim pemadan kebakaran setelah jam 3 sore mereka mencium bau gas di areal gedung tersebut seperti dilaporkan The Sydney Morning Heral.
Untuk mencegah hal yang tak diinginkan, polisi Victoria memutuskan mengevakuasi sekitar 500 siswa dan guru sambil menunggu penyelidikan sumber baru. Petugas pantas panik karena bangunan itu juga menyimpan bahan kimia berbahaya.
Setelah pencariaan, petugas akhirnya menemukan sumber bau yang membuat panik ratusan siswa tersebut.
Bukan gas beracun, bau itu ternyata berasal dari sebuah dunia yang dibiarkan membusuk di lemari. Durian biasanya memiliki umur simpan antara 3-6 hari pada suhu kamar sebelum bau aslinya keluar.
Otoritas pemadam kebakaran Metropolitan melaporkan bau durian itu menyebar ke sekitar gedung memilih sistem pengatur ruangan (AC).
Durian memang dikenal sebagai buah dengan bau paling menusuk di beberapa negara. Pengelola maskapai bahkan kereta bawah tanah melarang penumpang membawa buah tersebut.
Tiga jam setelah kepanikan, petugas akhirnya membuka kembali perpustakaan dan petugas kembali ke markasnya.
(Sah/Straitstimes)
© Dream
Dream - Anda pernah bertanya mengapa bau durian yang khas sangat menyengat? Jika pernah, maka hasil penelitian inilah jawabannya. Sejumlah peneliti di Singapura menemukan rahasia bau durian sangat menyengat.
Para peneliti itu menemukan gen bau yang menyebabkan aroba buah berduri itu menyengat dan 'lezat'. Penemuan ini bahkan bisa menjadi jalan bagi riset di masa depan untuk menciptakan durian tanpa bau atau berbau ringan.
Lima peneliti dari Pusat Kanker Nasional Singapura (NCCS) dan Duke-NUS Medical School memulai proyek penelitian tersebut awal 2015. Menggunakan dana sebesar 500 ribu dolar Singapura, setara Rp5 miliar, dari komunitas pecinta durian, peneliti menggunakan durian jenis Musang King atau Mao Shan Wang sebagai sampel.
"Sebagai seorang ilmuwan, saya juga tertarik untuk menemukan gen apa yang ada di balik bau dan rasa durian," kata ketua tim peneliti, Profesor Teh Bin Tean, dikutip dari Channel News Asia.
Tim mendapat temuan bahwa terdapat genom durian terdiri dari 46 ribu gen, dua kali lebih banyak dari manusia dengan 23 ribu gen. Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Genetics.
© Dream
Dengan membandingkan berbagai aktivitas gen dari masing-masing bagian tanaman durian, tim peneliti berhasil mengidentifikasi kelas gen yang dinamai MLGs (methionine gamma lyases). Kelas ini mengatur produksi senyawa bau yang disebut senyawa sulfur volatil (VSC).
"Analisis kami menunjukkan produksi VSC diperbaharui dengan cepat pada durian, menghasilkan bau sulfur seperti diakui banyak orang," kata asisten ketua tim, Patrick Tan.
Urutan genom durian akan menjadi sumber sangat berguna bagi penelitian agronomi durian. Contohnya seperti mengidentifikasi, dan kemungkinan untuk memodifikasi gen sehingga bisa tahan terhadap penyakit, namun tetap mempertahankan rasa.
"Kita dapat melihat pada gen-gen (yang bertanggung jawab pada) kadar gula di durian," ujar Tean.
"Secara teoritis, untuk menghasilkan durian yang lebih ramah pada penderita diabetes," kata Tean melanjutkan.
Sang profesor juga mengatakan tantangan penelitian ini adalah jumlah genom tanaman jauh lebih kompleks ketimbang manusia. Hasil riset ini berupa peta genom durian, disumbangkan ke Dewan Taman Nasional dengan harapan bisa mendorong riset lebih jauh tentang durian di masa depan.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS