Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Ilustrasi
Dream - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang diberlakukan Pemerintah membutuhkan sinergisitas dari semua pihak. Dengan tetap mewaspadari penyebaran virus Corona, PTM diharapkan bisa menjadi solusi mengejar ketertinggalan pendidikan para murid akibat sekolah online selama pandemi Covid-19.
" Kita harus saling bahu membahu mencapai tujuan bersama Indonesia merdeka belajar," ujar Direktur Sekolah Dasar Kemendikbudristek, Sri Wahyuningsih, pada Indonesia Hygiene Forum ke-8, Rabu 13 Oktober 2021.
Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri mengenai Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di masa Pandemi Covid-19, terdapat serangkaian ketentuan penting yang perlu dilakukan semua pihak selama melaksanakan PTM terbatas.
Beberapa ketentuan sudah diketahui masyarakat di antaranya selalu memakai masker selama berada di area sekolah, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak dengan orang lain. Tak luput ketentuan soal etika batuk dan bersin selama sekolah juga harus dijalankan.
Sekretaris Direktur Jenderal di Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya, menyatakan terdapat empat strategi penanganan pandemi Covid-19 yang perlu dilakukan selama pelaksanaan PTM Terbatas.
Strategi pertama adalah upaya deteksi harus dilakukan lebih cepat agar penyebaran virus dapat dikendalikan. Kedua, terapeutik ditandai dengan tindakan pemerintah menyiapkan rumah sakit, tenaga kesehatan, dan pemanfaatan isolasi secara terpusat.

Ketiga, vaksinasi anak yang seharusnya baru dijalankan tahun depan namun bisa dipercepat. Keempat, perubahan perilaku karena protokol kesehatan tidak dapat dilewati.
" Walaupun sudah vaksin, tetap bisa kena virus. Makanya harus dilakukan empat-empatnya," jelas Arianti.
Selain itu, seluruh fasilitas sekolah pun harus selalu higienis. Caranya dengan pembersihan rutin menggunakan produk dan alat kesehatan yang berkualitas dan berstandar tinggi.
(Sah, Laporan: Angela Irena Mihardja)
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest