Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sinta Nuriyah Wahid (Foto: Dream.co.id)
Dream - Sinta Nuriyah Wahid masuk dalam jajaran 100 orang berpengaruh di dunia versi majalah Time. Sinta merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut.
Sinta dianggap berpengaruh menjaga keberagaman di Indonesia. Dalam catatan penulis dan jurnalis asal Mesir Mona Eltahawy, istri Gus Dur itu menggambarkan perbedaan agama di Indonesia semacam kebun bunga.
"Di sana ada mawar, yasmin, anggrek, dan Sita-Ashok. Itu semua bunga yang indah. Tapi tak seorang pun yang dapat memaksa mawar berubah menjadi yasmin atau anggrek menjadi Sita-Ashok."
Meskipun saat ini kemunculan gerakan Islam garis semakin banyak, Sinta tak gentar. Perempuan yang punya gelar di bidang hukum syariah dan studi perempuan itu mengerti, kondisi Islam dipolitisasi secara kejam terhadap perempuan dan minoritas.
Sinta dikenal sebagai aktivis kemanusiaan. Dia kerap mengadvokasi dan memberi nasihat kepada perempuan transgender, dan memilih mendukung mereka yang mengalami ketidakadilan.
Selain Sinta, Time juga memilih empat tokoh Muslim lain masuk daftarnya.
Siapa sajakah mereka?
© Dream
1. Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman.
Sosok yang digadang-gadang pengganti Raja Saudi Salman bin Abdulaziz itu merekonstruksi tatanan di pemerintahan Saudi.
Dia menjadi salah satu orang yang membuka ruang gerak perempuan di Arab Saudi. Para perempuan Saudi kini diperbolehkan mengendarai mobil, bekerja, dan berolahraga di ruang publik.
Selain perempuan, satu aspek yang dia ubah yaitu mengurangi konservatisme di tatanan masyarakat dan politik. Beberapa ulama garis keras, mulai `disingkirkan` oleh Pangeran Mohammed.
Dia pula yang membuat Visi 2030 Arab Saudi. Sebuah konsep untuk memulai perubahan.
2. Sadiq Khan

Gubernur London, Inggris, Sadiq Khan disebut-sebut sebagai Muslim pertama yang menjadi ibu kota negara besar di Eropa.
Dalam berbagai kesempatan dia lantang menyuarakan perlawanan terhadap gerakan anti-Muslim yang merebak. Sadiq juga mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menciut ulang video dari kelompok anti-Muslim asal Inggris.
Sadiq dianggap sebagai bintang dengan masa depan politiknya yang cemerlang. Dia tak jarang bepergian ke suatu tempat menggunakan transportasi publik dan berbaur dengan warga.
© Sheikh Hasina (Foto: Daily Sun)
3. Sheikh Hasina
Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menjadi beberapa diantara perempuan yang dianggap Time sebagai sosok berpengaruh di dunia. Hasina dianggap punya keberanian melawan serangan dari kelompok ekstrim.
Selain itu, Hasina juga dianggap `penyelamat` ratusan ribu etnis Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh.
Meski begitu, di tengah krisis pengungsi Rohingya, Bangladesh masih memiliki catatan anti-kemanusiaan. Penghilangan paksa dan pembunuhan masih kerap ditemui.
4. Haider Al Abadi

Perdana Menteri Iraq Haider Al Abadi merupakan salah satu orang yang terbilang berani. Haider harus menjaga negara Seribu Satu Malam itu dari ancaman serangan ISIS sejak 10 Juni 2014.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
