Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Selain bantuan zakat, para buruh migran juga akan diberi bantuan advokasi.
Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan mengalokasikan penyaluran dana zakat untuk membantu pekerja migran. Ketua Baznas Bambang Sudibyo mengatakan kebanyakan dari pekerja migran yang pergi ke luar negeri masuk dalam kategori asnaf.
"Banyak pekerja migran yang berangkat ke luar negeri karena faktor kemiskinannya dan minimnya lapangan kerja. Kemudian ada asnaf riqab atau perbudakan yaitu perdagangan manusia atau human trafficking," ujar Bambang di Jakarta, Kamis, 19 April 2018.

Deputi Baznas Arifin Purwakananta mengatakan selain membantu para pekerja migran, Baznas juga berencana memberikan advokasi buruh migran yang terjerat kasus hukum.
Bantuan itu diperuntukan kepada para pekerja migran miskin yang berada di Indonesia, di luar negeri dan purna migran yang sudah pulang ke Indonesia tapi masih memiliki masalah.
"Kami hadirkan advokasi migran karena ada masalah yang pelik," kata Arifin.
Dengan adanya bantuan semacam itu, Arifin berhadap tidak ada lagi pekerja migran yang sengsara baik secara hukum maupun ekonomi.
(Sah)