Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ayu Tarina Dan Hudori, Tengah, Saat Perayaan Wisuda (Foto: Unmuh Jember)
Dream - Yunita Ayu Tarina, putri seorang buruh perkebunan kelapa sawit meraih prestasi akademik yang memuaskan. Tarina menjadi lulusan terbaik di Universitas Muhammadiyah Jember dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,99.
Perempuan asal Desa Tegalharjo, Krikilan, Banyuwangi, menjadi lulusan tercepat. Dia menyelesaikan masa pendidikannya hanya dalam waktu 3 tahun 5 bulan. Meski terbilang cepat, ternyata Tarina merupakan mahasiswa yang aktif.
Semasa kuliah, Tarina juga banyak prestasi nasional dan internasional. Salah satunya mewakili kampusnya dalam program pertukaran mahasiswa Muslim dengan sejumlah perguruan tinggi di Thailand.
Dikutip Dream dari unmuhjember.ac.id, kegembiraan Tarina saat wisuda Sabtu, 14 April 2018, bertambah karena kehadiran orang tuanya. Ayahnya, Hudori, datang dari Desa Sukamulya, Kecamatan Sungai Melayu Raya, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
“ Alhamdulillah Bapak kemarin bisa hadir ke Jember menyaksikan saya diwisuda. Sudah empat tahun tidak pulang agar bisa membiayai saya kuliah,” kata Tarina.
Tarina mengatakan, prestasi yang dia raih dipersembahkan untuk kedua orang tuanya. Meskipun hanya anak seorang buruh sawit, Tarina bisa menunjukkan prestasi akademik dan non akademik terbaik.
“ Bapak saya memutuskan bekerja jauh dari rumah agar saya bisa kuliah. Dan ini yang bisa saya berikan untuk Bapak,” ujar dia.
Hudori mengaku bangga dan terharu dengan prestasi yang diraih puteri sulungnya tersebut. “ Alhamdulillah,” kata Hudori yang sangat sederhana tersebut.
Ditanya apa cita-cita setelah meraih gelar sarjana, Tarina memilih ingin bekerja dulu daripada kuliah S-2. “ Biar Bapak saya tidak perlu lagi bekerja jauh di Kalimantan Barat sana,” ujar Tarina.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya