Teror Order Fiktif GoFood, Cinta Ditolak Arty Bertindak

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Selasa, 1 Agustus 2017 16:02
Teror Order Fiktif GoFood, Cinta Ditolak Arty Bertindak
Menurut polisi, Julianto tak menerima cinta Arty karena tak sesuai ekspektasi.

Dream - Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana Marpaung, mengungkapkan aksi `serangan` order fiktif yang dilakukan Sugiharti atau Arty terhadap Julianto Sudrajat dipicu cinta yang bertepuk sebelah tangan.

Arty yang berharap menjalin kasih dengan Julianto harus menelan kenyataan pahit saat cintanya ditolak.

" Pas pertama ketemu setelah kenalan di Facebook, langsung bilang 'mau nggak jadi pacar saya'. Nah ternyata si cowoknya ngerasa nggak sesuai ekspektasi," kata Sapta saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Timur, Selasa, 1 Agustus 2017.

Sapta melanjutkan, Julianto yang mulai merasa tak nyaman berhubungan dengan Anty pelan-pelan mulai menjauhi Arty dan jarang berbincang di Facebook.

" Setelah itu mungkin ngerasa sakit hati karena dijauhi," ucap dia.

Mendapat perlakuan tersebut, Arty melancarkan balasan dengan memesen order fiktif melalui aplikasi GoJek dengan alaman pengiriman ke kantor Julianto. Ternyata Arti tak beraksi sendirian. Dari penutuan Sapta, Arti dibantu dua keponakannya.

 

1 dari 2 halaman

Keponakan Tak Tahu Aksinya

Meski begitu, dua ponakannya mengaku tidak mengetahui tujuan order fiktif itu. " Sebelumnya ponakannya nggak tahu," ujar dia.

Sapta menuturkan korban order fiktif Arty ada dua orang, Julianto yang bekerja sebagai pegawai di salah satu bank swasta dan petugas PPSU bernama Ahmad Maulana alias Dafi.

Julianto melaporkan Arty atas kasus pencemaran nama baik. Penyebabnya, Arty mengunggah sebuah tulisan di media sosial yang menyatakan Julianto pencuri dan telah menghamili Arty.

" Sudah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pencemaran nama baik. Laporannya itu ya. Tapi tidak ditahan karena kooperatif, tempat tinggalnya jelas," kata Sapta.

Akibat perbuatannya, Arty terancam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang pengganti UU ITE dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

2 dari 2 halaman

Julianto Rugi Rp3 Juta

Menurut Sapta, dari kejadian itu Julianto mengalami kerugian mencapai Rp3 juta.

" Julianto sampai rugi Rp3 juta," kata Sapta.

Sapta menjelaskan, saat ini Arty sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Julianto mengenai pencemaran nama baik.

" Kalau untuk pemesanan Go-Food di perkara ini berbeda. Di sini laporannya kan pencemaran nama baik, jadi si Sugiharti ini mengupload kata-kata yang tidak benar, mencuri uang, menghamilinya," ucap Sapta.

Beri Komentar