Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Jamaah Umroh (Merdeka.com)
Dream - Merebaknya sindrom penyakit pernapasan akut asal Timur Tengah alias Middle East Respiratory Syndrome (MERS) di Arab Saudi mulai berimbas ke Tanah Air. Sejumlah jamaah umroh asal kota Solo, Jawa Tengah yang hendak beribadah ke Tanah Suci mulai membatalkan rencana keberangkatan.
" Gencarnya pemberitaan di media sangat mengganggu kenyamanan jamaah dalam menjalankan ibadahnya. Akhirnya banyak yang batal berangkat," kata pemilik Biro Perjalanan Umrah dan Haji, Her Suprabu, Jumat 9 Mei 2014.
Her mengaku banyak calon jamaah di tempatnya yang urung berangkat. Masyarakat terpengaruh oleh gencarnya pemberitaan terkait penyakit MERS. Mereka khawatir dengan kesehatan mereka selama di Arab Saudi lantaran sebagian besar sudah berusia lanjut.
Her akui ada enam pembatalan jamaah umroh untuk keberangkatan 27 Mei mendatang. Beberapa jamaah lain, juga terus menanyakan perkembangan selanjutnya terkait penyakit tersebut. " Mereka inginnya membatalkan perjalanan. Karena pemberitaan yang besar-besaran, jamaah menjadi khawatir," imbuhnya.
Menurut Her, hingga Juni mendatang pihaknya akan memberangkatkan jamaah umroh hingga 4 rombongan dengan total jamaah mencapai 332 orang. Namun karena pemberitaan MERS membuat perjalanan umroh agak terganggu.
" Kami sudah melakukan antisipasi untuk jamaah yang tetap berangkat, yakni dengan menyediakan masker, antiseptik, obat-obatan, serta vitamin agar tubuh tidak gampang diserang penyakit," ujar dia.
Sementara, Airport Operation and Readiness Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo, Rini Sri Rahayu menegaskan pihak bandara sudah meningkatkan kewaspadaan kemungkinan masuknya virus corona MERS.
Kewaspadaan ini ditingkatkan lantaran banyak jamaah umrah yang berangkat dari Bandara Adi Soemarmo untuk kemudian menggunakan connecting flight dari Jakarta atau Malaysia. " Kami sudah memasang satu unit thermoscanner di pintu kedatangan internasional. Sampai saat ini, belum ada penumpang yang mencurigakan atau terkena MERS," ujar Rini. (Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya