Heboh Ulama Saudi Klaim Temukan Obat MERS

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 9 Mei 2014 13:42
Heboh Ulama Saudi Klaim Temukan Obat MERS
Mengundang reaksi di sosial media. Banyak yang mencemooh, tapi ada juga yang mendukung. Kata si ulama, obat itu dirujuk dari praktik pengobatan Islam.

Dream - Seorang ulama di Arab Saudi jadi bahan cemoohan warga di media sosial. Pemicunya, dia mengklaim menemukan obat untuk penyakit virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS).

Adalah Abdullah al-Amrani yang menemukan obat herbal menangkal virus MERS. Kepada surat kabar al-Hayat, ia mengaku obat itu dirujuk dari praktik pengobatan Islam.

" Saya yakin efektivitas dan kemampuan obat herbal ini mampu menyembuhkan penyakit keras dan sejumlah virus termasuk MERS,"  kata Amrani seperti dilansir Al-Arabiya, Jumat 9 Mei 2014.

Menurut Amrani, temuan ini juga sudah diujicoba ke satu-dua pasien dengan AIDS, serta dua lainnya dengan penyakit leukimia. Sayang, klaim Amrani soal obat itu justru kurang mendapatkan respons positif.

Malahan menguncang cemoohan di Twitter. Ia dianggap melakukan ekspansi bisnis di sektor kesehatan dengan obat temuannya.

" Anda telah memperluas bisnis anda dari obat-obatan dan pengaruh agama terhadap bidang kesehatan, tapi tolong jangan katakan Anda memiliki obat penyembuh MERS atau AIDS," bunyi salah satu kicau warga setempat.

Tapi bukan berarti Amrani tak mendapat simpati dan dukungan. Pengguna Twitter lainnya justru optimis dan menyambut baik temuan obat herbal itu.

Menanggapi klaim pengobatan MERS, Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Fahad al-Shagrani mengatakan hanya mereka yang memiliki hak untuk mengeluarkan fatwa mengenai virus Mers melalui metode penyembuhan alternatif.

Shagrani menekankan dewan telah membentuk komite khusus untuk mengeluarkan fatwa ketika menghadapi situasi seperti saat ini.

Seperti diketahui, Arab Saudi telah mengumumkan lima kematian baru dari mereka yang tertular virus MERS. Selain itu, dilaporkan adanya 14 kasus infeksi baru, sebagai babak lanjut petarungan untuk mencegah penyakit yang kini telah menewaskan 126 orang di negara itu. (Ervina Anggraini)

Beri Komentar