Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Arab Saudi Mengumumkan Lima Kematian Baru Dari Mereka Yang Tertular Virus MERS
Dream - Seorang ulama di Arab Saudi jadi bahan cemoohan warga di media sosial. Pemicunya, dia mengklaim menemukan obat untuk penyakit virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS).
Adalah Abdullah al-Amrani yang menemukan obat herbal menangkal virus MERS. Kepada surat kabar al-Hayat, ia mengaku obat itu dirujuk dari praktik pengobatan Islam.
" Saya yakin efektivitas dan kemampuan obat herbal ini mampu menyembuhkan penyakit keras dan sejumlah virus termasuk MERS," kata Amrani seperti dilansir Al-Arabiya, Jumat 9 Mei 2014.
Menurut Amrani, temuan ini juga sudah diujicoba ke satu-dua pasien dengan AIDS, serta dua lainnya dengan penyakit leukimia. Sayang, klaim Amrani soal obat itu justru kurang mendapatkan respons positif.
Malahan menguncang cemoohan di Twitter. Ia dianggap melakukan ekspansi bisnis di sektor kesehatan dengan obat temuannya.
" Anda telah memperluas bisnis anda dari obat-obatan dan pengaruh agama terhadap bidang kesehatan, tapi tolong jangan katakan Anda memiliki obat penyembuh MERS atau AIDS," bunyi salah satu kicau warga setempat.
Tapi bukan berarti Amrani tak mendapat simpati dan dukungan. Pengguna Twitter lainnya justru optimis dan menyambut baik temuan obat herbal itu.
Menanggapi klaim pengobatan MERS, Dewan Ulama Senior Arab Saudi, Fahad al-Shagrani mengatakan hanya mereka yang memiliki hak untuk mengeluarkan fatwa mengenai virus Mers melalui metode penyembuhan alternatif.
Shagrani menekankan dewan telah membentuk komite khusus untuk mengeluarkan fatwa ketika menghadapi situasi seperti saat ini.
Seperti diketahui, Arab Saudi telah mengumumkan lima kematian baru dari mereka yang tertular virus MERS. Selain itu, dilaporkan adanya 14 kasus infeksi baru, sebagai babak lanjut petarungan untuk mencegah penyakit yang kini telah menewaskan 126 orang di negara itu. (Ervina Anggraini)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?