3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Ketua Dewan Pers Periode 2010-2016 Prof Bagir Manan (Foto: Liputan6.com/Andrian M Tunay)
Dream - Ketua Dewan Pers periode 2010-2016, Prof Bagir Manan mengingatkan kebebasan pers hanya akan tercipta di alam demokrasi dan negara yang memegang teguh hukum sebagai pedoman. Bagin mengatakan tidak ada pers besar yang sebebas-bebasnya dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Kalangan pers dengan karya jurnalistiknya juga diharapkan untuk senantiasa berada di dalam lingkungan atau atmosfir intelektual.
Pesan Mantan Ketua Mahkamah Agung itu disampaikan saat meluncurkan buku berjudul Problematikan Pers dan Kualitas Demoktasi di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin, 14 November 2022. “ Kebebasan tidak akan mengurangi tanggung jawab kita,” ujar Bagir dalam keterangan tertulis Dewan Pers.
Menurut Bagir, pers dan karya jurnalistik adalah produk intelektul. Dengan posisinya tersebut, kalangan jurnalist diharapkan selalu berada di dalam lingkungan atau atmosfir intelektual.
Dia menambahkan, intelektualitas tersebut dibatasi oleh etika dan juga memerlukan keberanian. “ Para pemberani itulah yang menjadi simbol keadilan dan kebenaran,” ujarnya.
Bagir mengaku teringat dengan sosok jurnalis Mochtar Lubis sebagai salah satu tokoh pers nasional. Selama tujuh tahu, Mochtar Lubis mendekam di penjara tanpa proses hukum karena tulisannya yang bertujuan menegakkan keadilan dan kebenaran.
Sikap yang sama juga dipegang Bagir Manan lewat tulisan-tulisan yang selalu mengacu pada hal-hal prinsip untuk mencapai tujuan bernegara. Hal yang sama diharapkan menjadi pijakan para wartawan saat berkarya.
“ Tulisan saya senantiasa berpegang pada prinsip keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan umum. Ini yang selalu mewarnai setiap tulisan saya,”paparnya.
Penerbitan buku setebal 157 halaman ini merupakan rekomendasi dari Prof Azyumardi Azra saat menjabat sebagai ketua dewan pers. Pada tanggal 4 Juli 2022, Prof Azra meminta naskah Prof Bagir Manan tersebut dibukukan.
“ Naskah Prof Bagir sangat bagus bagi Dewan Pers, konstituen, dan komunitas/warga jurnalis. Isi dan substansinya sangat relevan/kontekstual dengan dinamika pers dan politik sekarang,” kata Prof Azra dalam coretan yang ditujukan untuk Prof Bagir dan Sekretariat dewan Pers.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an