Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Ahmad Taufik (change.org)
Dream - Dunia pers Indonesia dilanda kabar duka. Jurnalis senior Tempo, Ahmad Taufik menghembuskan nafas terakhirnya pada sore tadi, Kamis, 23 Maret 2017.
Kabar meninggalnya Ahmad Taufik disampaikan Sekjen AJI, Arfi Bambani dalam pesan tertulis yang disebarkan ke sejumlah jurnalis.
" Innalillahi wa innailahi rojiun. Telah meninggal Ahmad Taufik. Kang AT adalah Ketua Presidium AJI 1995-1997. Beliau juga salah satu pendiri AJI," tulis Arfi dalam pesan whatsapp yang diterima Dream.
Kabar wafatnya Ahmad Taufik juga dituliskan salah satu pendiri Tempo, Goenawan Muhammad dalam akun twitter @gm-gm yang sudah terverikasi.
" Ahmad Taufiq meninggal. Mantan wartawan Tempo, anggota AJI yg dipenjarakan rezim Suharto dlm perjuangannya utk kemerdekaan pers," tulisnya.
Di dunia jurnalistik, Taufik dikenal sebagai wartawan yang produktif. Sejumlah prestasi telah dia torehkan lewat pelbagai karyanya.
Taufik pernah mendapatkan penghargaan International Press Freedom Award dari CPJ pada 1995. Setahun kemudian, tepatnya pada 1996, Taufik mendapat penghargaan Digul Award-Indonesia NGO's Human Rights Award.
Dua tahun kemudian, dia kembali meraih penghargaan Hellmann/Hammet Award dari American Writer, New York.
Tidak hanya sejumlah penghargaan, Taufik juga tercatat sebagai salah satu tokoh sejarah pers Indonesia. Dia merupakan salah satu pendiri organisasi profesi wartawan, Aliansi Jurnalis Independen, yang secara lantang menyuarakan kebebasan pers dan menentang rezim Orde Baru.
Taufik sempat menjalani perawatan di RS Medistra akibat mengidap kanker. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Kebon Pala I No 79B, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Selamat jalan Kang AT.......(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?