Ahmad Taufik (change.org)
Dream - Dunia pers Indonesia dilanda kabar duka. Jurnalis senior Tempo, Ahmad Taufik menghembuskan nafas terakhirnya pada sore tadi, Kamis, 23 Maret 2017.
Kabar meninggalnya Ahmad Taufik disampaikan Sekjen AJI, Arfi Bambani dalam pesan tertulis yang disebarkan ke sejumlah jurnalis.
" Innalillahi wa innailahi rojiun. Telah meninggal Ahmad Taufik. Kang AT adalah Ketua Presidium AJI 1995-1997. Beliau juga salah satu pendiri AJI," tulis Arfi dalam pesan whatsapp yang diterima Dream.
Kabar wafatnya Ahmad Taufik juga dituliskan salah satu pendiri Tempo, Goenawan Muhammad dalam akun twitter @gm-gm yang sudah terverikasi.
" Ahmad Taufiq meninggal. Mantan wartawan Tempo, anggota AJI yg dipenjarakan rezim Suharto dlm perjuangannya utk kemerdekaan pers," tulisnya.
Di dunia jurnalistik, Taufik dikenal sebagai wartawan yang produktif. Sejumlah prestasi telah dia torehkan lewat pelbagai karyanya.
Taufik pernah mendapatkan penghargaan International Press Freedom Award dari CPJ pada 1995. Setahun kemudian, tepatnya pada 1996, Taufik mendapat penghargaan Digul Award-Indonesia NGO's Human Rights Award.
Dua tahun kemudian, dia kembali meraih penghargaan Hellmann/Hammet Award dari American Writer, New York.
Tidak hanya sejumlah penghargaan, Taufik juga tercatat sebagai salah satu tokoh sejarah pers Indonesia. Dia merupakan salah satu pendiri organisasi profesi wartawan, Aliansi Jurnalis Independen, yang secara lantang menyuarakan kebebasan pers dan menentang rezim Orde Baru.
Taufik sempat menjalani perawatan di RS Medistra akibat mengidap kanker. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka di Jalan Kebon Pala I No 79B, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Selamat jalan Kang AT.......(Sah)
Advertisement

4 Ciri yang Menunjukkan Anda Termasuk Orang Tua yang Menyenangkan

Es Terooos! Betulkah Terlalu Banyak Minum Es Menyebabkan Batuk dan Pilek? Ini Penjelasan Ilmiahnya!


Kenapa Sebagian Orang Susah Bernyanyi Meski Sudah Berlatih Keras?

Musim Hujan Tiba, Kenali Bahaya Mikroplastik dari Makanan, Minuman, dan Udara

PMI Dirikan Tenda Darurat, Siswa SMPN 4 Boleng di NTT Tetap Bisa Belajar Pascagempa

Sebelum Gunting Kuku Ditemukan, Bagaimana Manusia Purba Mengatasi Kuku Panjang?