Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto; Pixabay)
Dream - Eksplorasi luar angkasa terus dikembangkan para peneliti di berbagai belahan dunia. Setelah sistem wahana tanpa awak milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menyentuh obyek terjauhnya, kini peneliti dari China memberikan informasi mengenai uji coba tanaman dan tumbuhan di Bulan.
Dilaporkan Live Science, mesin penjelajah milik China, Chang'e-4 telah mendarat di bulan pada 3 Januari 2018. Di dalam mesin penjelajah itu terdapat beberapa mahluk hidup.
Kaleng kecil di mesin penjelajah itu berisi benih kentang dan tanaman berjenis Arabidopsis thaliana. Tanaman ini kerap digunakan ilmuwan untuk memberi petunjuk siklus harian banyak organisme termasuk kesehatan manusia.
Selain tanaman, mesin penjelajah ini juga membawa telur ulat sutera. The Telegraph menulis, ide membawa mahluk hidup ke Bulan itu untuk mengetahui sistem adaptasi dan siklus mahluk.
Tanaman akan mendukung ulat sutera dengan oksigen, dan pada gilirannya tanaman itu akan membantu menyediakan makanan bagi ulat sutera.
" Mengapa kentang dan Arabidopsis? Karena periode pertumbuhan Arabidopsis pendek dan nyaman untuk diamati. Dan kentang bisa menjadi sumber makanan utama bagi para pelancong ruang angkasa di masa depan," kata Liu Hanlong, Direktur Utama Percobaan dan Wakil presiden Universitas Chongqing.
" Eksperimen kami mungkin dapat membantu mengumpulkan pengetahuan untuk membangun basis bulan dan tempat tinggal jangka panjang di bulan," ujar dia.
Dalam eksperimen ini, para peneliti akan mengamati tanaman secara teliti untuk melihat apakah tanaman tersebut berhasil melakukan fotosintesis atau tidak. Selain itu, ilmuwan ingin mengetahui apakah tanaman itu dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan bulan.
" Kami ingin mempelajari respirasi benih dan fotosintesis di bulan," kata Xie Gengxin, Kepala Perancang Percobaan, mengatakan kepada Xinhua.
Eksperimen " biosfer" ini merupakan kolaborasi antara 28 universitas China, yang dipimpin oleh Universitas Chongqing. Percobaan ini dilakukan pada silinder berbahan aluminium dengan kapasitas 1,4 liter (0,8 liter), dan beratnya sekitar 3 kilogram.
Berat itu terdiri dari pupuk, nutrisi, dan air. Sinar matahari masuk ke dalam wadah melalui " tabung," dan kamera kecil digunakan untuk mengamati lingkungan itu. Data itu akan kembali ke Bumi melalui sistem relai yang telah disiapkan China.

Sebelumnya, Arabidopsis telah tumbuh di ruang angkasa termasuk dalam satu percobaan di Stasiun Luar Angkasa Internasional yang menunjukkan daun tanaman tampak naik dan turun ketika mereka mendeteksi gravitasi bulan. Tetapi, pertanyaan masih muncul menyangkut bunga dan kesuburan tanaman itu saat tinggal di bulan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya