Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gunung Anak Krakatau (Foto: Shutterstock)
Dream - Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak akan sebesar letusan yang terjadi pada 1883.
" Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883," tulis Sutopo di akun Twitternya seperti diakses Dream, Jumat 4 Januari 2019.
Menurut Sutopo, meski saat ini ditemukan adanya retakan pada lereng Gunung Anak Krakatau, hal itu bukanlah ancaman. " Jika ditemukan ada retakan saat ini, itu wajar pada gunungapi paska-letusan," ucap dia.
4) Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883. Jika ditemukan ada retakan saat ini. Itu wajar pada gunungapi pascaletusan. Percayakan pada PVMBG selaku otoritas pemantau gunungapi. Mereka punya alat, SDM, ilmu dan pengalaman. pic.twitter.com/Vt8yQWZPE9
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)January 3, 2019
Menurut Sutopo, pada 1883 terdapat tiga gunung di Selat Sunda meletus secara bersamaan, yaitu Gunung Rakata, Gunung Danan, dan Gunung Perbuatan. Letusan yang terjadi sangat dahsyat yang memicu gelombang tsunami besar dengan ketinggian hingga 36 meter.
5) Tahun 1883, tiga gunung di Selat Sunda (G.Rakata, G.Danan. G.Perbuatan) meletus bersamaan. Letusanny besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Lalu 1927 muncul Gunung Anak Krakatau (GAK). Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883. pic.twitter.com/qOynKSd7ed
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN)January 3, 2019
Setelah letusan, dua gunung lenyap dari permukaan laut. Berpuluh tahun kemudian, tepatnya pada 1927, Gunung Anak Krakatau muncul ke permukaan laut. " Tidak mungkin letusan Gunung Anak Krakatau sama (pada) tahun 1883," kata Sutopo.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya