Ilhan Omar, Hijaber Pertama di Parlemen Amerika

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 4 Januari 2019 12:02
Ilhan Omar, Hijaber Pertama di Parlemen Amerika
Omar terpilih dalam pemilu mewakili distrik Minnesota.

Dream - Perwakilan Partai Demokrat Minnesota, Ilhan Omar, resmi menduduki kursi parlemen Amerika Serikat pada Jumat 4 Desember 2018.

Dia bakal menjadi anggota parlemen pertama yang mengenakan hijab. Sebelum pelantikan Omar, Partai Demokrat yang bakal mengelola parlemen mengubah sejumlah aturan pada Selasa lalu.

Salah satunya adalah larangan penggunaan kain penutup kepala, seperti dikutip dari Independent.

Dulu, larangan ini berlaku untuk seluruh penutup kepala. Lewat pengubahan ini, penutup kepala yang berkaitan dengan ajaran agama dikecualikan, sehingga Omar bebas mengenakan hijab saat berada di dalam gedung US Capitol.

 

 

 

1 dari 2 halaman

Pesan Menggetarkan Omar

Legislator berdarah Somalia-Amerika ini telah secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk mengenakan hijab di gedung parlemen.

Dia akan bersuara mewakili distriknya di kongres.

" Tak ada yang bisa merenggut hijab di kepala kecuali saya. Ini adalah pilihan saya - salah satu yang dilindungi oleh amandemen pertama. Dan ini bukanlah akhir dari larangan yang akan coba saya angkat," kata Omar lewat akun Twitternya usai memenangkan pemilihan pada November tahun lalu.

 

2 dari 2 halaman

Demokrat Jadi Partai 'Sopir' Parlemen AS

Partai Demokrat menjadi mayoritas dan memegang kendali penuh atas berjalannya parlemen terhitung sejak Kamis, 3 Januari 2019.

Biasanya, partai mayoritas berhak untuk mengubah seperangkat aturan untuk memudahkan pengelolaan House of Representative.

Juru Bicara Parlemen, Nancy Pelosi dan Kepala Komite Aturan Parlemen, Jim McGovern, mendukung permintaan Omar untuk bisa berhijab. Permintaan tersebut dimasukkan dalam paket kebijakan partai yang dirilis pada Selasa malam.

Larangan penggunakaan segala bentuk penutup kepala, baik topi, tudung, bahkan hijab di Gedung Parlemen mulai berlaku pada 1837. (Ism)

Beri Komentar