Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilhan Omar, Anggota Parlemen AS Pertama Yang Mengenakan Hijab (independent)
Dream - Perwakilan Partai Demokrat Minnesota, Ilhan Omar, resmi menduduki kursi parlemen Amerika Serikat pada Jumat 4 Desember 2018.
Dia bakal menjadi anggota parlemen pertama yang mengenakan hijab. Sebelum pelantikan Omar, Partai Demokrat yang bakal mengelola parlemen mengubah sejumlah aturan pada Selasa lalu.
Salah satunya adalah larangan penggunaan kain penutup kepala, seperti dikutip dari Independent.
Dulu, larangan ini berlaku untuk seluruh penutup kepala. Lewat pengubahan ini, penutup kepala yang berkaitan dengan ajaran agama dikecualikan, sehingga Omar bebas mengenakan hijab saat berada di dalam gedung US Capitol.
Legislator berdarah Somalia-Amerika ini telah secara terbuka mengungkapkan keinginannya untuk mengenakan hijab di gedung parlemen.
Dia akan bersuara mewakili distriknya di kongres.
" Tak ada yang bisa merenggut hijab di kepala kecuali saya. Ini adalah pilihan saya - salah satu yang dilindungi oleh amandemen pertama. Dan ini bukanlah akhir dari larangan yang akan coba saya angkat," kata Omar lewat akun Twitternya usai memenangkan pemilihan pada November tahun lalu.
Partai Demokrat menjadi mayoritas dan memegang kendali penuh atas berjalannya parlemen terhitung sejak Kamis, 3 Januari 2019.
Biasanya, partai mayoritas berhak untuk mengubah seperangkat aturan untuk memudahkan pengelolaan House of Representative.
Juru Bicara Parlemen, Nancy Pelosi dan Kepala Komite Aturan Parlemen, Jim McGovern, mendukung permintaan Omar untuk bisa berhijab. Permintaan tersebut dimasukkan dalam paket kebijakan partai yang dirilis pada Selasa malam.
Larangan penggunakaan segala bentuk penutup kepala, baik topi, tudung, bahkan hijab di Gedung Parlemen mulai berlaku pada 1837. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya