Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
© Pexels.com/Tadeo Lucero
DREAM.CO.ID - Betis besar kerap dianggap sebagai penanda kekuatan otot, sejajar dengan bisep berukuran besar. Anggapan ini mendorong sejumlah pria melatih khusus otot betis mereka.
Ukuran betis pria ternyata menyimpan informasi lebih dari sekadar penampilan fisik, ia bisa menjadi indikator sejumlah kondisi kesehatan. Pria yang rajin melatih betisnya, tanpa disadari, mungkin sedang meraih manfaat kesehatan tambahan di baliknya.
Fatherly merangkum sejumlah kondisi kesehatan pria yang bisa terbaca dari ukuran betis mereka.
Betis Berkaitan dengan Massa Otot Keseluruhan
Penelitian menunjukkan bahwa ukuran otot betis mencerminkan massa otot di seluruh tubuh, sekaligus menandakan kecukupan nutrisi seseorang. Studi lain menemukan pola yang konsisten: semakin besar lingkar betis, semakin banyak pula massa otot yang dimiliki tubuh secara keseluruhan.
Sebuah penelitian menemukan hubungan antara ukuran betis dan risiko stroke, semakin besar betis, semakin kecil risikonya. Terlepas dari berbagai faktor lain, orang dengan betis lebih besar cenderung memiliki timbunan lemak atau plak yang lebih sedikit di arteri mereka.
Kondisi ini menurunkan risiko penyempitan pembuluh darah, penyakit arteri karotis, dan stroke. Peneliti menduga betis besar memberi tubuh " tempat penyimpanan" alternatif untuk lemak, sehingga lemak tersebut tidak mudah masuk ke aliran darah dan menimbulkan masalah.
Betis yang lebih tebal juga tampak mengurangi risiko penyakit hati berlemak nonalkohol, kondisi penumpukan lemak berlebih di hati yang bukan disebabkan oleh konsumsi alkohol.
Betis berfungsi sebagai salah satu lokasi penyimpanan lemak dalam tubuh, dan ilmuwan menemukan bahwa lingkar otot betis yang lebih besar berkaitan dengan jumlah penumpukan lemak yang lebih banyak di area tersebut. Temuan ini membuat ukuran betis bisa dipakai sebagai indikator untuk memperkirakan risiko masalah hati semacam ini.
Ukuran Betis Mengecil Seiring Bertambahnya Usia
Otot tubuh, termasuk otot betis, mengalami penurunan alami seiring bertambahnya usia lewat proses yang dikenal sebagai sarkopenia. Proses ini bisa dimulai sejak usia 40 tahun dan terus berlanjut, meski dampaknya lebih terasa nyata pada kelompok lansia.
Sebagian besar penelitian mengenai penurunan lingkar betis memang berfokus pada kelompok usia lanjut, kemungkinan karena kelompok ini mengalami penyusutan otot paling signifikan. Kabar baiknya, kondisi ini bisa dicegah lewat olahraga rutin, bahkan pada usia lanjut sekalipun.
Ukuran betis yang lebih kecil berkaitan dengan detak jantung istirahat yang lebih tinggi. Detak jantung istirahat yang tinggi secara umum dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian, terlepas dari tingkat kebugaran fisik seseorang. Meski demikian, detak jantung yang terlalu rendah juga bukan kondisi yang ideal.
Berbagai kondisi kesehatan ini bisa terbaca lewat ukuran betis pria, mulai dari massa otot keseluruhan, risiko stroke, potensi masalah hati, hingga detak jantung istirahat. Kabar baiknya, otot betis termasuk bagian tubuh yang bisa terus dilatih, sehingga manfaat kesehatan yang menyertainya pun bisa dimaksimalkan lewat latihan yang konsisten.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?