Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?
Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya
Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi
Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis
Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah
Rombongan Atlet Pengumbang Medali Olimpiade Diarak Di Atas Bandros (Foto: Djarumbadminton.com)
Dream - Di sela-sela kegembiraan arak-arakan atas torehan medali emas Olimpiade yang diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir terselip momen miris. Setelah diarak menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus) dari Kemenpora menuju Istana Negara, Tontowi dan Liliyana justru pulang naik taksi dari Istana Negara menuju pelatnas PBSI di Cipayung.
Dimulai dari Kantor Kemenpora, pukul 08.00 pagi, para Pahlawan Olahraga Merah Putih itu sudah diarak menyusuri Jl. Gerbang Pemuda menuju Jl. Sudirman melewati Jl. MH Thamrin dan berakhir di Jl. Merdeka Barat di mana Istana Presiden berada satu jam setelahnya.
Namun sayangnya, selepas audiensi dengan Presiden Joko Widodo di istana, para atlet seolah tidak lagi diperhatikan. Bahkan, Owi/Butet, sapaan akrab kedua atlet itu, justru pulang dengan menumpang taksi.
Didampingi Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky, keduanya kembali menuju pelatnas Cipayung, Jakarta Timur tanpa ada pengawalan atau diantar oleh pihak yang terkait.
Begitu juga dengan dua atlet angkat besi Nasional, Eko Yuli Irawan dan Sri Wahyuni yang menyumbangkan medali perak. Keduanya tetap naik di atas Bandros (Bandung Tour on Bus) berdua, dengan hanya ditemani anggota polisi menuju Kantor Kemenpora.
Banyak yang menyayangkan hal ini. Namun untungnya, negara sudah menjamin masa depan para atlet tersebut lewat Jaminan Hari Tua (JHT) yang bakal didapat mereka mulai dari pensiun hingga tutup usia. Masing-masing berhak meraih Rp 20 juta per bulan dari negara selepas mereka pensiun membela tanah air.
(Sumber: djarumbadminton.com)
Advertisement

Jalan Kaki Bisa Bantu Turunkan Berat Badan, Ini 5 Cara Membuatnya Lebih Efektif

8 Tanda Tubuh Kebanyakan Kafein, dari Jantung Berdebar hingga Sulit Tidur

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor

Kebiasaan Sederhana Ini Disebut Bisa Bikin Pernikahan Lebih Kuat, Tak Perlu ke Gym



5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol