Tindakan Memalukan Polisi Larang Muslimah Pakai Burqini

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 25 Agustus 2016 07:14
Tindakan Memalukan Polisi Larang Muslimah Pakai Burqini
Siam dianggap telah melanggar larangan penggunaan pakaian renang bertudung di pantai. Namun tindakan polisi Perancis ini sungguh keterlaluan...

Dream - Larangan penggunaan pakaian renang bertudung atau burkini di beberapa kota di Perancis ternyata malah menjadi ajang pelecehan. Hal ini dialami oleh seorang wanita bernama Siam saat berjemur di pantai Promedane des Anglais, Nice, tidak jauh dari lokasi tragedi penabrakan truk saat perayaan Bastille Day.

Empat polisi berbadan kekar mendekati wanita paruh baya itu yang tengah berjemur. Mereka memaksa Siam melepaskan burkini yang dia kenakan di muka umum. Sebelumnya, para polisi itu memberi peringatan tentang larangan yang berlaku dalam beberapa bulan belakangan.

Tiga dari empat polisi itu menodongkan semprotan berisi cairan merica kepada wanita berusia 34 tahun itu. Mereka mengatakan Siam telah melakukan pelanggaran dengan mengenakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.

Di saat bersamaan, polisi juga mendenda tiga Muslimah muda yang tengah berjalan di sekitar pantai karena mengenakan hijab.

Siam mengatakan petugas rasis tersebut sengaja mempermalukan dirinya di muka umum dan di hadapan anak-anaknya. Ini lantaran Sian dipaksa melepas burkini yang dia kenakan dengan disaksikan banyak orang.

Siam mengatakan dia tidak mengetahui adanya larangan pemakaian burkini di Nice. Alhasil, dia menganggap apa yang dia lakukan adalah hal biasa.

" Saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, saya sungguh tidak mengikuti kontroversi yang terjadi," kata Siam, dikutip dari Daily Mail.

Awalnya Siam menolak untuk menanggalkan pakaian atau meninggalkan pantai. " Anak-anak saya menangis karena mereka menyaksikan penghinaan," kata dia.

Beberapa orang mulai berteriak menghina Siam. Mereka mengatakan wanita itu tidak diterima di Perancis dan memintanya pulang.

Pada akhirnya, Siam terpaksa menuruti paksaan itu. Polisi memasukkan tindakan wanita itu ke dalam catatan kejahatan.

" Sekarang kami tidak diizinkan di pantai. Besok, di jalan? Besok, kami akan dilarang mempraktikkan semua ajaran agama kami?" kata Siam mengeluh.

" Saya berada di negeri hak asasi. Saya tidak melihat jejak prinsip-prinsip kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan. Saya marah ini bisa terjadi di Perancis," ucap dia.(Sah)

Beri Komentar