Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Viral, Plasma Antibodi Penyintas Covid-19 Diperjualbelikan. (Foto: Unsplash.com)
Dream - Universitas Brigham Young di Idaho, Amerika Serikat, telah meluncurkan penyelidikan terhadap klaim bahwa beberapa mahasiswanya sengaja menginfeksi dirinya dengan Covid-19.
Setelah terinfeksi, mereka kemudian akan menjual plasma antibodi mereka yang diklaim kebal Covid-19 untuk mendapatkan uang.
Para pejabat di Universitas Brigham Young mengutuk keras perilaku yang dituduhkan kepada para mahasiswanya tersebut.
Mereka berjanji akan menindak siapa pun yang terbukti menginfeksi dirinya dengan virus menular secara sengaja.
Universitas mendesak para mahasiswa agar tidak menempatkan diri mereka sendiri dan orang lain terhadap risiko kesehatan, karena tidak sebanding dengan uang yang diperolehnya.
"Penularan dan penyebaran Covid-19 bukan masalah sepele. Sikap abai yang sembrono terhadap kesehatan dan keselamatan pasti akan menyebabkan masalah baru dan jatuhnya korban di komunitas kita," tulis universitas di situs resmi mereka.
"Jika mahasiswa mengalami masalah (keuangan), BYU-Idaho siap membantu. Tidak perlu mengorbankan kesehatan atau keselamatan untuk mendapatkan uang," tambahnya.
Beberapa surat kabar berita lokal Idaho telah mengidentifikasi beberapa pusat donasi yang bersedia membayar untuk mendapatkan plasma antibodi penyintas Covid-19.
Salah satunya yang berada dekat dengan universitas, yang mengklaim akan membayar penyintas Covid-19 US$ 100 (hampir Rp1,5 juta) per kunjungan 'sebagai ucapan terima kasih khusus' karena 'menyelamatkan nyawa selama pandemi'.
Sementara pusat donasi yang berada di lokasi lainnya dilaporkan membayar US$200 (hampir Rp3 juta) untuk setiap dua kali kunjungan pertama para pendonor.
Menurut pengawas obat dan makanan AS FDA, plasma dari orang yang sembuh dari COVID-19 'mungkin efektif dalam mengobati pasien lainnya'. Manfaat tersebut bahkan jauh lebih besar daripada risikonya.
Hingga Selasa lalu, Universitas BYU-Idaho telah mengonfirmasi sebanyak 119 mahasiswa dan 20 karyawan yang positif Covid-19.
Sumber: OddityCentral.com
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya