Mahasiswa Sengaja Ingin Tertular Covid Agar Bisa Jual Plasma Antibodinya

Reporter : Sugiono
Kamis, 22 Oktober 2020 12:01
Mahasiswa Sengaja Ingin Tertular Covid Agar Bisa Jual Plasma Antibodinya
Donor plasma antibodi penyintas Covid-19 dihargai Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per kunjungan.

Dream - Universitas Brigham Young di Idaho, Amerika Serikat, telah meluncurkan penyelidikan terhadap klaim bahwa beberapa mahasiswanya sengaja menginfeksi dirinya dengan Covid-19.

Setelah terinfeksi, mereka kemudian akan menjual plasma antibodi mereka yang diklaim kebal Covid-19 untuk mendapatkan uang.

Para pejabat di Universitas Brigham Young mengutuk keras perilaku yang dituduhkan kepada para mahasiswanya tersebut.

Mereka berjanji akan menindak siapa pun yang terbukti menginfeksi dirinya dengan virus menular secara sengaja.

1 dari 3 halaman

Risikonya Tak Sebanding dengan Uang yang Didapat

Universitas mendesak para mahasiswa agar tidak menempatkan diri mereka sendiri dan orang lain terhadap risiko kesehatan, karena tidak sebanding dengan uang yang diperolehnya.

" Penularan dan penyebaran Covid-19 bukan masalah sepele. Sikap abai yang sembrono terhadap kesehatan dan keselamatan pasti akan menyebabkan masalah baru dan jatuhnya korban di komunitas kita," tulis universitas di situs resmi mereka.

" Jika mahasiswa mengalami masalah (keuangan), BYU-Idaho siap membantu. Tidak perlu mengorbankan kesehatan atau keselamatan untuk mendapatkan uang," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Plasma Penyintas Covid-19 Dibayar Rp1,5 hingga Rp3 Juta

Beberapa surat kabar berita lokal Idaho telah mengidentifikasi beberapa pusat donasi yang bersedia membayar untuk mendapatkan plasma antibodi penyintas Covid-19.

Salah satunya yang berada dekat dengan universitas, yang mengklaim akan membayar penyintas Covid-19 US$ 100 (hampir Rp1,5 juta) per kunjungan 'sebagai ucapan terima kasih khusus' karena 'menyelamatkan nyawa selama pandemi'.

Sementara pusat donasi yang berada di lokasi lainnya dilaporkan membayar US$200 (hampir Rp3 juta) untuk setiap dua kali kunjungan pertama para pendonor.

3 dari 3 halaman

Plasma Penyintas Efektif Menyembuhkan Pasien Covid-19?

Menurut pengawas obat dan makanan AS FDA, plasma dari orang yang sembuh dari COVID-19 'mungkin efektif dalam mengobati pasien lainnya'. Manfaat tersebut bahkan jauh lebih besar daripada risikonya.

Hingga Selasa lalu, Universitas BYU-Idaho telah mengonfirmasi sebanyak 119 mahasiswa dan 20 karyawan yang positif Covid-19.

Sumber: OddityCentral.com

Beri Komentar