Ilustrasi (Foto: English.alarabiya.net)
Dream - Kepolisian Iran pada Rabu kemarin, 26 Oktober 2016 meluncurkan kampanye larangan penggunaan mantel tanpa kancing untuk wanita. Larangan dibuat karena tren fesyen tersebut dianggap tidak Islami.
Sebagai bukti keseriusan, aparat polisi mulai menyita mantel dari beberapa toko di kota Isfahan, dengan dalih bahwa pakaian itu pengaruh negatif terhadap budaya lokal dan bertentangan dengan hukum syariah.
Mantel tanpa kancing memang tengah menjadi gaya busana populer di kalangan wanita Iran. Mereka kerap mengenakan item fesyen tersebut di atas pakaian mereka.
Sementara hal tersebut justru bertentangan dengan hukum Iran yang mengharuskan para perempuan menutup rapat kepala mereka dan berpakaian sopan.
Akhir-akhir ini, wanita muda Iran mulai menggantikan mantel tradisional khas Iran yang longgar dengan pakaian gaya barat yang ketat. Hal ini kemudian memprovokasi kemarahan di kalangan masyarakat konservatif yang menganggap tren fesyen ini adalah invasi budaya.
Sejauh ini, 580 mantel telah disita oleh polisi dari pertokoan di Isfahan. Demikian diungkapkan Kepala Departemen Kendali dan Inspeksi Kepolisian Iran kepada Kantor Berita Mehr.
Polisi juga telah mengeluarkan pernyataan bahwa toko-toko yang menolak menyerahkan mantel-mantel tanpa kancing milik mereka akan dikenakan langkah-langkah hukum dan peradilan yang ketat.(Sah)
(Sumber: english.alarabiya.net)
Advertisement

Tak Lagi Diplonco, Ini yang Sebenarnya Dipelajari Mahasiswa Baru saat Orientasi Kampus

IIDI Cabang Malang Edukasi Masyarakat Pentingnya Menjaga Kesehatan Jantung dan pembuluh Darah

Ketahui Apa Arti Tanggal Kedaluwarsa pada Parfum, Betulkah Berbahaya Jika Digunakan?

Mengapa Setiap Daerah di Indonesia Punya Soto Versinya Sendiri

Kebiasaan Minum Manis Sejak Kecil Terbukti Berkaitan dengan Tekanan Darah Tinggi saat Dewasa


Kapan Waktu yang Tepat untuk Mengajari Anak Tentang Konsep Uang