Kunjungi Lokasi Gempa Palu, Sekjen PBB: Saya Melihat Kehancuran

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 13 Oktober 2018 15:01
Kunjungi Lokasi Gempa Palu, Sekjen PBB: Saya Melihat Kehancuran
Sekjen PBB kagum penanganan bencana yang dilakukan pemerintah dan sukarelawan.

Dream – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres mengunjungi korban terdampak bencana di rumah sakit lapangan dan pos penampungan serta beberapa titik terdampak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, 12 Oktober 2018.

Sebelum berkunjung ke beberapa titik, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei memaparkan wilayah yang terdampak gempa, tsunami dan likuifaksi, sekaligus penanganan darurat pascagempa JK dan Gutteres.

Willem mengatakan, penanganan darurat masih berlangsung dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperpanjang status tanggap darurat hingga 26 Oktober 2018.

Gutteres mengaku terkesan dengan ketanggapan pemerintah dalam penanganan bencana. Proses penanganan dapat berlangsung baik setelah akses darat dan laut diperbaiki serta pemulihan kebutuhan dasar seperti listrik, air dan bahan bakar minyak (BBM).

Dalam kunjungan tersebut, JK dan Gutteres sempat meninjau Balaroa. Wilayah yang rusak akibat likuifaksi dan Pantai Talise yang tersapu tsunami. Gutteres mengatakan, dia akan selalu bersama dengan masyarakat Indonesia, khususnya warga Sulawesi Tengah.

“ Di sini, di Palu, saya melihat langsung kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi dan tsunami baru-baru ini. Ketika bertemu dan berbincang dengan beberapa orang, mereka menunjukkan kekuatan dan ketangguhan yang luar biasa. PBB bersama Anda untuk mendukung pemerintah dalam upaya penyelamatan dan pemulihan,” kata Gutteres, dalam keterangan resminya.

Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan mengenai bantuan internasional, BNPB akan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri dan ASEAN Coordinating Centre For Humanitarian Assistance (AHA Centre). Indonesia telah menerima bantuan internasional dari negara-negara ASEAN dan 16 negara.

Gempa dengan magnitudo 7,3 skala Richter yang mengguncang Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu mengakibatkan 2.090 jiwa meninggal dunia, 10.679 luka berat, dan lebih dari 87.000 mengungsi.

Saat ini, pemerintah daerah setempat dengan dukungan kementerian atau lembaga sedang melakukan survei lokasi untuk pembangunan hunian sementara.(Sah)

2 dari 3 halaman
asset dream.co.id
Beri Komentar
TOP 3 Gara-Gara BTS, Menara Seoul jadi Ungu