Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Zikir dianjurkan bagi umat Islam dalam kondisi apapun. Ini semata agar dengan berzikir, seorang Muslim selalu ingat dan semakin dekat dengan Allah SWT.
Tidak ada ketentuan khusus untuk membaca zikir, termasuk dengan lafal tertentu. Misalnya saat dilanda musibah atau ketika menghadapi kesulitan keuangan.
Baik saat duka maupun senang, zikir dianjurkan untuk tetap dilakukan. Juga baik saat beribadah maupun dalam beraktivitas sehari-hari.
Namun demikian, ada kalanya Rasulullah Muhammad SAW meminta para sahabatnya untuk mengistiqamahkan amalan tertentu. Termasuk pula berzikir dengan lafal tertentu.
Salah satu zikir yang dianjurkan Rasulullah kepada para sahabat yaitu lafal di bawah ini. Keutamaannya, zikir ini dapat menjadi sarana untuk melancarkan rezeki.
Dalam kitab Hasyiyah I'anatuth Thalibin ala Fathul Mu'in, Abu Bakar bin Sayid M Syatho Dimyathi menjelaskan lafal zikir di bawah ini dianjurkan dibaca sebanyak 100 kali. Waktunya yaitu sebelum sholat Subuh namun jika terlewat bisa sesudahnya.

La ilaha illallah, almalikul haqqul mubin.
Artinya,
" Tidak ada tuhan selain Allah, Tuhan Maha Benar dan Maha Nyata."
Lafal la ilaha illallah, almalikul haqqul mubin ini merupakan kalimat yang tertera di kiswah Kabah. Secara lengkap, lafal ini berbunyi la ilaha illallah, almalikul haqqul mubin, muhammadur rasulullah ash shadiqul wa'dil amin.
(ism, Sumber: NU Online.)