Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Masjid khusus muslimah Skandinavia telah resmi dibuka di Copenhagen, Denmark. Masjid yang diberi nama Masjid Maryam ini berdiri sebagai bentuk penolakan terhadap struktur patriarkal dan diharapkan dapat membuka ruang dialog.
Sherin Khankan, pendiri masjid yang merupakan muslimah kelahiran Denmark dari ayah seorang Suriah dan ibu Finlandia, mengatakan Masjid Maryam ini akan dibuka bagi pria dan wanita yang ingin salat, kecuali waktu Salat Jumat. Seluruh imam di masjid ini adalah wanita.
" Kami punya struktur patriarkal yang dianggap normal pada institusi keagamaan kami. Tidak hanya di Islam, tapi juga dalam Yahudi dan Kristen serta agama-agama lainnya," ujar Khankan.
" Reaksi dari komunitas Muslim setempat kebanyakan positif, hanya sedikit umpan balik negatif yang lantas menjadi moderat," kata dia.
Khankan yang juga seorang penulis di Denmark mengatakan terdapat tradisi Islam yang memungkinkan wanita menjadi imam dan sebagian besar kritikan muncul didasarkan pada ketidaktahuan.
Projek serupa sebelumnya telah berlangsung di sejumlah negara, seperti di Amerika Serikat, Kanada, dan Jerman.
Imam Masjid Agung Copenhagen, Waseem Hussein mempertanyakan substansi dari projek ini. Dia mengatakan pembukaan masjid khusus muslimah justru dapat menimbulkan kesan eksklusivitas.
" Haruskan kita membuat masjid khusus pria? Maka tentu akan melahirkan protes dari penduduk Denmark," kata Hussein kepada harian Politiken.
Laporan harian Denmark memuat pemberitaan yang salah terkait lokasi masjid ini. Dalam laporan itu, media tersebut menyatakan lokasi masjid tersebut diharasiakan demi alasan keamanan.
" Kami tidak mendapat ancaman apapun," kata Khankan.
Dia menambahkan pihaknya ingin membangun kolaborasi dengan semua orang dalam komunitas Muslim, dan projek ini bukan untuk menghakimi atau mengasingkan orang lain.
Sumber: alarabiya.net
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya