Diberi Makanan oleh Non-Muslim, Boleh Disantap?

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 12 Desember 2017 13:02
Diberi Makanan oleh Non-Muslim, Boleh Disantap?
Halal haramnya makanan ditentukan berdasarkan dua kaidah yaitu cara mendapatkannya serta zatnya.

Dream - Umat Islam terikat larangan mengonsumsi makanan haram. Keharaman suatu makanan ditentukan dari acuan baku yang tercantum dalam Alquran dan Sunah.

Selain itu, makanan juga bisa menjadi haram tergantung dari cara memperolehnya. Misalnya, makanan didapat dari hasil memeras.

Umat Islam sendiri tidak semua tinggal dengan sesama Muslim. Ada sebagian dari mereka yang bertetangga maupun berteman dengan non-Muslim. Bahkan ada yang masih berkerabat. 

Jika suatu hari non-Muslim memberikan makanan, apakah kita sebagai Muslim boleh memakannya?

Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc. menjelaskan kehalalan atau keharaman makanan diukur berdasarkan kaidah yang baku. Dalam hal ini, dibedakan menjadi dua yaitu cara mendapatkannya dan zatnya.

Kaidah pertama seperti yang dijelaskan di atas. Makanan bisa menjadi haram karena diperoleh melalui cara yang tidak dibenarkan.

Sedangkan kaidah kedua, pada dasarnya semua makanan hukumnya halal. Tetapi, makanan menjadi haram jika terdapat nash atau dalil yang mengharamkannya baik dalam Alquran maupun Sunah.

Sehingga, jika dua kaidah di atas tidak dilanggar, maka makanan yang diberikan non-Muslim halal untuk dimakan. Namun demikian, yang dimaksud golongan non-Muslim di sini adalah pemeluk Nasrani dan Yahudi.

Hewan yang disembelih dari dua golongan ini halal dimakan oleh umat Islam. Kecuali jika yang menyembelih adalah pemeluk agama selain dua agama tersebut.

Selengkapnya...

(ism) 

Beri Komentar
Penantian 4 Tahun Rini Yulianti Berbuah Manis