Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Hafizahh Noor Isa (The Star Online)
Dream - Hafizahh Noor Isa. Inilah hijaber yang disebut-sebut turut andil dalam memecahkan misteri teori gelombang gravitasi Albert Einstein. Dia tergabung dalam tim ilmuwan dari berbagai negara untuk membuktikan “ ramalan” Einstein tentang adanya gelombang gravitasi.
Dikutip Dream dari laman The Star Online, Kamis 18 Februari 2016, Hafizah merupakan wanita kelahiran Machang, Kelantan, Malaysia. Dia menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi, seperti Universiti Teknologi Mara (UiTM) dan Universiti Islam Antarbangsa (UIA).
Kandidat peraih gelar PhD dari Universitas Glasgow sekaligus anggota Institut Penelitian Gravitasi ini, berkontribusi dalam paper ilmiah berjudul “ Observation of Gravitational Waves from a Binary Black Hole Merger”. Penemuan yang baru saja menjadi sorotan dunia.
Keterlibatan Hafizah dalam tim ilmuwan itu pertama kali terungkap ke publik setelah mendapat ucapan selamat dari profesor fisika dari Universiti Putra Nalaysia, Hishamudin Zainuddin, yang disampaikan melalui Facebook.
Hafizah teribat dalam United State LIGO-led (Laser Interferometer Gravitational-Wave Observatory) melalui karyanya dalam percobaan GEO600, yang merupakan bagian dari jaringan kerjasama dunia untuk mengungkap gelombang gravitasi.
LIGO, sepasang laser detektor di AS, telah mendeteksi getaran kecil dari gelombang grafitasi saat melintasi Bumi. Para ilmuwan mengubah getaran itu ke dalam sinyal gelombang suara dan mendengarkan suara lubang hitam.
(Ism)
© Dream
Dream - Sabrina Gonzalez Pasterski. Inilah dara berjuluk " Einstein" masa depan. Julukan itu disematkan karena perempuan 22 tahun ini sangat jenius. Kecerdasannya disebut-sebut di atas rata-rata.
Lihat saja, pada usia 13 tahun dia sudah bisa membangun pesawat bermesin tunggal. Semua itu dilakukan sendirian di belakang garasi milik sang ayah, di rumah mereka yang terletak di Chicago, Amerika Serikat.
Sembilan tahun setelah karya mencengangkan itulah orang menyebutnya sebagai Albert Einstein masa depan. Sebuah sebutan yang bukan main-main. Sebab, Albert Einstein merupakan figur ilmuan. Ikon manusia jenius.
Sabrina merupakan sarjana lulusan Massachusetts Institute of Technology (MIT). Sebuah universitas yang kondang di negeri Abang Sam. Dan lihatlah dia kini, tengah menempuh gelar Ph.D di Harvard University. Dalam usia sebelia itu!
Foto Sabrina juga muncul dalam daftar Forbes's 30 Under 30. Dan sekarang, dia menjadi manusia dengan otak cerdas dunia setelah Einstein dan Stephen Hawking.
Sabrina memiliki nilai rata-rata yang sempurna: 5.0. Perekrut terbaik dunia, Jeff Bezos dari Amazon tengah mengantre untuk menggunakan jasanya. Sementara, Badan Antariksa AS, NASA, juga tertarik merekrut Sabrina.
Sebagai mahasiswi Fisika di Harvard, Sabrina mempelajari black hole (lubang hitam), ruang waktu, dan gravitasi. Studi yang juga dipelajari oleh Einstein maupun Hawking.
" Bertahun-tahun mendorong batas-batas apa yang bisa saya capai telah membawa saya mempelajari fisika," kata Sabrina sebagaimana dikutip Dream dari India Times, Selasa 19 Januari 2016. " Menemukan keindahan dalam kekacauan."
Gadis jenius ini bukanlah penyuka media sosial, seperti kebanyakan pemuda di muga jagat ini. Sehingga, jangan harap menemukannya di jejaring media sosial yang kebanyakan menampilkan hal-hal semu itu.
Telusuri saja Facebook, Instagram, maupun LinkedIn. Anda akan kesulitan menemukannya. Sabrina bahkan tidak memiliki ponsel. Semua yang dia punya tertuang dalam sebuah laman PhysicGirls. Di sanalah dia mengupdate semua prestasinya.
(Ism, Sumber: www.australianetworknews.com)
© Dream
Dream - Jonah Soewandito, bocah 11 tahun kini menjadi perbincangan publik negeri Kanguru, Australia. Dia merupakan bocah jenius dengan umur yang terbilang masih belia.
Jonah sudah mengikuti ujian akhir SMA di usia 11 tahun. Hebatnya lagi, bocah yang tinggal di Sydney itu mendapat nilai di atas 90 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia.
Hasil ujian akhir SMA di negara bagian New South Wales yang biasa dikenal dengan nama HSC (High Schol Certificate) diumumkan minggu lalu. Berkat pencapaian itu Jonah masuk dalam daftar murid dengan prestasi tertinggi.
Secara umum, mereka yang mendapat angka di atas 90 dalam mata pelajaran yang diujikan di ujian akhir SMA, dimasukkan ke dalam golongan yang berprestasi.
Dalam laporan Sydney Morning Herald, Jonah adalah murid termuda yang ikut ujian SMA tahun ini. Dia juga menjadi salah satu murid termuda yang pernah mengikuti HSC di New South Wales.
Untuk murid seusia Jonah, 11 tahun, kebanyakan teman-temannya baru duduk di Tahun ke-6, namun Jonah sudah mengikuti pelajaran untuk murid tahun ke-12.
Dari namanya, Jonah Soewandito kemungkinan berasal dari Indonesia atau memiliki orangtua berdarah Indonesia.
Namun, pihak Sekolah Swasta Scots College enggan mengungkap identitas pelajarnya tersebut. " Yang kami tahu dia lahir di Australia," kata salah seorang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald, akhir pekan lalu.
Menurut si guru, sejak Jonah menjadi pemberitaan di Sydney menjelang ujian beberapa bulan lalu, orangtuanya masih belum mau memberikan wawancara kepada media.
Sejak kecil bakatnya Jonah memang telah terlihat. Usia 3 tahun, ia sanggup membaca dan menulis huruf latin. Tak perlu TK, dia langsung dapat mengikuti intisari pelajaran level SD hanya dalam waktu dua tahun.
Banyak guru di tempat Jonas sekolah mengaku, baru kali ini menemui murid sejenius Jonah.
Selepas lulus SMA, Jonah ingin segera lanjut kuliah bidang kedokteran. Sekolahnya telah menghubungi Universitas Sydney membicarakan kemungkinan bocah semuda itu lanjut studi strata satu.
" Saya ingin menemukan obat kanker, karena itu salah satu penyakit paling mematikan di dunia," kata Jonah. (Ism)
© Dream
Dream - Wang Zhengyang. Dialah bocah yang tengah menjadi buah bibir di China. Bocah berusia 13 tahun ini menjadi sorotan masyarakat karena kelihaiannya membobol sistem keamanan komputer. Sehingga dia dijuluki 'hacker ajaib' China.
Sebagaimana dikutip Dream dari laman Shanghaiist, Kamis 9 Oktober 2014, karena kemahirannya, Zhengyang telah menjadi pembicara pada the 2014 Chinese Internet Security Conference di Beijing. Dia juga sudah melakukan kerja sama dengan Tsinghua University.
Namun, di tengah reputasi yang menanjak, tudingan miring tertuju pada bocah ini. Zhengyang dituduh telah menggunakan kemahirannya untuk melakukan kejahatan. Dia dituduh telah membobol sistim komputer sekolahnya untuk mencuri kunci jawaban pekerjaan rumah. Selain itu, dia juga dituding membobol sistim komputer milik toko penjual mainan.
Tapi semua dibantah oleh Zhengyang. Dia mengatakan upaya pembobolan itu bukan untuk kejahatan. " Anda pertama kali harus menyerang website untuk menemukan kelemahannya," kata Zhengyang sambil menjelaskan bahwa dia membobol sistim komputer sekolahnya bukan untuk mendapatkan kunci jawaban atas PR di kelasnya, melainkan untuk siswa SMA yang satu sekolah dengannya.
Dia juga menolak telah berniat jahat dengan membobol situs milik toko online penjual mainan dan mengubah harga dari 2.500 yuan menjadi 1 yuan. Dia mengaku hanya memberi tahu toko online itu akan kelemahan sistim pada website mereka. Zhengyang mengaku tak melakukan pembelian saat membobol website itu.
Pada bulan April lalu, Zhengyang memperingatkan sebuah perusahaan perangkat lunak yang berbasis di Beijing, Qihoo 360, tentang kerusakan sistim yang dapat mempengaruhi lebih dari 100 institusi pendidikan di negara Tirai Bambu ini.
" Saya pikir orang-orang pembobolan sistim sepanjang hari untuk keuntungan yang tidak bermoral," kata Zhengyang.
" Sangat menarik untuk mencari risiko keamanan situs web dan saya sangat gembira ketika saya menemukan satu. Tapi saya tidak akan menggunakan bakat saya untuk sesuatu yang ilegal," tambah dia.
© Dream
Dream - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menyabet prestasi gemilang. Mereka menjadi jawara di ajang the 21st Willem C Vis International Commercial Arbutration Moot (Vis Moot).
Prestasi itu diraih dengan menyisihkan 291 univeritas ternama dari 67 negara. Sebut saja seperti Yale Universitu, Harvard University, University Collage London, King's College London, Leiden University dan University of Washington.
Kompetisi bergengsi ini merupakan ajang pembuktian bagi para mahasiswa yang menjadi calon advokat. Mereka melakukan simulasi layaknya ruang persidangan. Acaranya digelar 6 April 2014 di Praha, Republik Cheko.
" Ini bukan teori. Betul-betul praktek, ada kasus lalu dipelajari dan diperdebatkan," kata Farida Haryoko, Kepala Kantor Komunikasi UI, 25 April 2014.
Tim FHUI bukan hanya menang di satu ajang kompetisi. Mereka juga meraih posisi 2 dalam The 4th Budapest (CEU) Vis Pre-Moot and Conference on International Commercial Law and Arbitration, 9 April 2014 di Budapest, Hungaria.
Serta mendapat Honorable Mention of Frederic Eisemann Award. Tim ini terdiri dari 5 mahasiswa FHUI. Mereka adalah Jeremiah Purba mahasiswa FHUI angkatan 2010, Artika Nuswaningrum mahasiswa angkatan 2013, Putri Meisita Kusuma mahasiswa FHUI angkatan 2010, Kezia Minar Paladina mahasiswa FHUI angkatan 2012, dan Asri Rahimi mahasiswa FHUI angkatan 2011.
Sebagai individu, Asri Rahimi, juga membawa pulang Honorable Mention of Martin Domke Award, 17 April 2014. Dia terpilih sebagai oralist terbaik pada ajang yang berlangsung di Wina, Austria.
Menurut Farida, Tim FHUI selama dua tahun terakhir selalu masuk dalam jajaran 64 fakultas hukum terbaik dunia.
Prestasi tim kali ini akan makin mengukuhkan nama besar UI. Sebab Willem C Vis International Commercial Arbitration Moot merupakan ajang kompetisi arbitrase internasional terbesar dan paling bergengsi di dunia. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam