Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Sana Hamze, Mahasiswi Hijaber Di Sekolah Militer Vermont, Amerika Serikat (dailymail.co.uk
Dream - Seorang gadis lulusan SMA dari Florida, Amerika Serikat, Sana Hamze, diterima menjadi mahasiswi sekolah militer Vermont, Universitas Norwich. Mungkin dia bukan Muslim pertama di sekolah itu.
Tetapi, Hamze adalah hijaber pertama di sekolah perwira militer tertua di AS itu. Sekolah militer Vermont memang telah membuat aturan membolehkan mahasiswi beragama Islam mengenakan hijab.
"Saya tidak benar-benar melihat kebijakan ini sebagai perubahan dunia atau bahkan perubahan AS. Saya hanya melihat ini adalah sekolah yang membolehkan pelajar Amerika menerapkan imannya sembari berlatih menjadi perwira Angkatan Laut (NAVY)," ujar Hamze.
Fokus Hamze adalah belajar detail kedisiplinan sebagai anggota Korps Kadet dan tidak berbenturan dengan kewajiban mahasiswa baru untuk menerapkan banyak aturan di sekolah itu.

Seperti seluruh calon anggota korps, dia juga belajar berjalan di sisi jalan, membuat sudut persegi saat memutar, lalu berada dalam barisan saat makan dan tidur.
Laiknya teman-teman sekelasnya, dia merindukan saat-saat dinobatkan menjadi anggota resmi Korps Kadet dan berakhirnya aturan penuh tekanan.
Tetapi seragam bagi mahasiswi 18 tahun dari Fotr Lauderdale ini sedikit berbeda. Tidak seperti anggota korps wanita lainnya, Hamze mengenakan hijab di kepalanya.
Sebagai bagian dari upayanya meraih mimpi melanjutkan tradisi keluarga berdinas di militer, Hamze meminta diakomodasi agar dapat mengenakan hijab saat mendaftar di perguruan tinggi militer awal tahun ini.
Norwich, yang merupakan satu dari enam sekolah militer negeri, setuju memberikan akomodasi tersebut.
Nenek buyut Hamze adalah pensiunan Angkatan Udara dan kakek neneknya bertemu saat berdinas di markas NAVY di Puerto Rico. Ayah dia adalah seorang pejabat polisi di Florida.
Hamze mengaku pernah menghadapi upaya permusuhan saat mengenakan hijab di area publik. Tetapi, hal itu tidak dia alami saat berada di Norwich.

Perlakuan diskriminasi yang dia terima karena imannya tidak mematahkan impian Hamze untuk mengabdi pada negaranya.
"Itu tidak membuat saya takut karena saya tahu apa yang saya lakukan tidak bisa membuat semua orang nyaman. Saya tahu apa yang saya lakukan adalah untuk melindungi negara. Saya bergabung dengan militer untuk melindungi negeri ini," kata Hamze.
Sumber: dailymail.co.uk
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire

Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin
