Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Egi Rangku Setio, Mantan Kuli Panggul Yang Kini Jadi Pengusaha (Humas LAZ Al Azhar Peduli)
Dream - Egi Rangku Setio, 24 tahun, hanyalah pemuda yang berasal dari latarbelakang keluarga sederhana. Dia punya mimpi bisa melanjutkan pendidikan, namun tak kesampaian lantaran ketiadaan biaya.
Tetapi, kini dia justru menjadi seorang yang sukses. Egi dikenal sebagai pengusaha restoran dengan 19 gerai dan omzet mencapai Rp500 juta perbulan
Semua berawal saat Egi lulus dari bangku SMK di Bekasi. Egi sempat kebingungan menapaki jalan hidup. Ingin lanjut kuliah, tak ada biaya. Sementara bekerja, Egi tak punya keahlian khusus. Padahal dia sangat ingin membahagiakan keluarganya.
Demi bisa membantu orangtua mencukupi kebutuhan, anak pertama dari tiga bersaudara ini memutuskan bekerja apa saja. Pekerjaan apapun, mulai dari buruh pabrik hingga kuli panggul, dia lakukan dengan satu syarat. Mendapat rezeki halal.
© Dream
Sampai dii satu titik, Egi mengalami kegalauan. Ini lantaran pekerjaannya sebagai kuli panggul tentu tidak memberikan kepastian status ketenagakerjaan. Akibatnya, hak-hak sebagai tenaga kerja pasti tidak terpenuhi.
Egi lalu bertemu dengan salah satu temannya yang mengajak mendaftar di pusat pendidikan dan pelatihan Rumah Gemilang Indonesia (RGI). Setelah menjalani sejumlah seleksi, Egi dinyatakan lolos dan tercatat sebagai santri angkatan 8 jurusan Desain Grafis.
Pemuda ini sebelumnya tidak pernah akrab dengan dunia desain grafis. Berkat arahan dan pendampingan intensif dari para instruktur RGI dan teman-temannya, Egi bisa beradaptasi dengan baik dan cepat.
© Dream
Selama enam bulan, Egi menjalani pelatihan, yang akhirnya mengantarkannya diterima magang di sebuah perusahaan penerbitan buku di Depok. Dengan pertimbangan skill dan akhlak yang terdapat pada diri Egi, manajemen perusahaan itu memutuskan mengangkat Egi sebagai karyawan tetap setelah magang selama satu tahun.
Bekerja di penerbitan itu tidak berlangsung lama. Egi lalu pindah kerja ke perusahaan konstruksi beton ternama hingga saat ini. Sebagian penghasilan yang didapat dia sisihkan sebagai modal membuka usaha. Egi memutuskan untuk membangun usaha kuliner.
Dan Allah menjawab ikhtiarnya. Dalam tiga tahun, usahanya berkembang. Kini, dia sudah memiliki 6 gerai nasi goreng di Bandung, 5 gerai angkringan di Depok, Bogor, dan Sukabumi, 1 cafe di Tebet, 7 gerai warung kopi di Jakarta, Sukabumi, Bandung, dan Cianjur, 1 workshop dan 1 toko kerajinan tangan dan maket miniatur di Bandung, dengan total omzet perbulan mencapai Rp500 juta hingga Rp600 juta.
© Dream
Kemampuannya di bidang desain grafis dia terapkan untuk mendesain tempat usahanya. Saat ini, Egi telah memiliki karyawan sebanyak 70 orang.
" Apa yang saya dapatkan dan jalankan sekarang, semua tidak terlepas dari dorongan dan doa dari semuanya. Orangtua, guru, saudara, teman-teman dan manajemen RGI yang selalu memberikan kesempatan kepada santri atau alumninya untuk bisa berkembang dan berkarya. Terima kasih saya ucapkan kepada RGI yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menimba ilmu yang hasilnya sangat luar biasa," ujar Egi.
Selain itu, Egi juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur Lembaga Amil Zakat Al Azhar Peduli. Berkat donasi, dia bisa mendapat pelatihan lifeskill sekaligus pendidikan keagamaan.
" Saya juga berterima kasih kepada seluruh amil di LAZ Al Azhar terutama Bu Ifah dan suami yang dulu sering memotivasi saya untuk menjadi pengusaha semenjak jadi santri RGI hingga saat ini," ucap Egi.
Sumber: Humas LAZ Al Azhar Peduli.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya