Kisah Menggelitik Gus Dur Usir Dua Maling

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 23 Juli 2016 12:01
Kisah Menggelitik Gus Dur Usir Dua Maling
Waktu menunjukan jam 1 pagi, saat Gus Dur dan Abah Afandi melihat dua sosok yang disanga mau mencuri.

Dream - Meski sudah wafat, kisah hidup KH Abdurrahman Wahid, karib disapa Gus Dur tak pernah hilang. Penuh canda sarat makna, Gus Dur bisa membawa orang melihat persoalan berat dalam perspektif berbeda.

Salah satunya adalah pengalaman Gus Dur muda saat mengejar dua orang maling di sebuah Pondok Pesantren di Jombang.

Kisah yang dikutip dari laman nu.or.id, menceritakan Gus Dur kala itu mondok di Tambakberas bersama dengan teman akrabnya, KH Afandi Abdul Muin Syafi'f. Diceritakan Abah Affandi sering di ajak Gus Dur ngopi di warung yang cukup jauh dari lokasi Ponpes.

Kala itu sudah hampir tengah malam. Jam menujukan pukul 23.00. Mereka kemudian memutuskan pulang ke pondok sekitar pukul 01.00 dinihari.

 

 

1 dari 3 halaman

Cara Gus Dur Usir Maling

Suatu saat, sepulang dari ngopi dan sampai di area pondok, Abah Afandi melihat sesuatu yang mencurigakan. “ Gus, ada dua orang lebih di sana. Sepertinya pencuri mau memanjat pagar pondok, sampean kejar Gus," katanya kepada Gus Dur.

Dengan santai Gus Dur menjawab, “ Sampean saja yang mengejar”. Saling menyuruh atau meminta siapa yang di depan ini berlangsung berulang-ulang, suara pun semakin keras diantara keduanya.

Sampai pada akhirnya sang pencuri tahu ada orang, dan melarikan diri.

Gus Dur pun tertawa terkekeh-kekeh, sambil bilang....selengkapnya baca di sini

 

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, 
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

2 dari 3 halaman

Cerita Mobil Gus Dur Ditilang Polisi

Dream - Cerita lucu tetang sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak akan pernah ada habisnya. Meski sudah sering dibahas, tetap saja ada cerita-cerita lucu tentang Presiden keempat RI tersebut.

Salah satunya adalah ketika mobil yang membawa Gus Dur dibuntuti mobil polisi. Bahkan sang sopir, Nurudin Hidayat sempat diberondong pertanyaan oleh polisi tersebut.

Cerita ini bermulai saat Gus Dur mendapat undangan menjadi pembicara di luar kota. Tak biasanya Gus Dur pergi tanpa pengawalan mobil patroli.

Mengemudikan dengan kecepatan tinggi, mobil Gus Dur pun disemprit polisi. Sampai akhirnya, polisi itu melihat penumpang yang tengah duduk di belakang.

Setengah terbengong, polisi itu memberanikan diri bertanya. " Itu Pak Gus Dur, ya?" tanyanya.

Si Polisi yang semula bermuka garang pun tiba-tiba berubah. Dia malah mengawal mobil Gus Dur.

Sementara Gus Dur yang sedari tadi tak tahu kejadian itu justru tenang-tenang saja. Mau tahu apa jawaban Gus Dur? Kisah selengkapnya klik di sini.

Kirimkan blog atau website kamu ke komunitas@dream.co.id, 
dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog/web
3. Foto dengan ukuran high-res (tidak blur)

 

3 dari 3 halaman

Humor Gus Dur: Siapa Paling Dekat dengan Tuhan?

Dream - Humor KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak pernah habis diceritakan. Selalu saja ada cerita-cerita lucu tentang Presiden keempat RI tersebut.

Kali ini soal tokoh agama Islam, Kristen, dan Budha sedang berdebat. Gus Dur tentu sebagai wakil dari agama Islam. Kala itu diperdebatkan mengenai agama mana yang paling dekat dengan Tuhan ?

Seorang biksu Budha menjawab duluan. " Agama sayalah yang paling dekat dengan Tuhan, karena setiap kita beribadah ketika memanggil Tuhan kita mengucapkan 'Om'.

Nah kalian tahu sendiri kan seberapa dekat antara paman dengan keponakannya?”

Seorang pendeta dari agama Kristen menyangkal. " Ya tidak bisa, pasti agama saya yang lebih dekat dengan Tuhan." ujar pendeta

" Lah kok bisa ?" sahut biksu penasaran.

" Kenapa tidak, agama Anda kalau memanggil Tuhan hanya om, kalau di agama saya memanggil tuhan itu 'Bapa'. Nah kalian tahu sendiri kan lebih dekat mana anak sama bapaknya daripada keponakan dengan pamannya," jawab pendeta.

Gus Dur yang belum mengeluarkan argumen masih tetap tertawa malah terbahak-bahak setelah mendengar argumen dari pendeta.

" Loh kenapa Anda kok tertawa terus?" tanya pendeta penasaran.

" Apa Anda merasa bahwa agama Anda lebih dekat dengan Tuhan?" sahut biksu bertanya pada Gus Dur.

Gus Dur masih saja tertawa sambil mengatakan " Ndak kok, saya ndak bilang gitu, boro-boro dekat justru agama saya malah paling jauh sendiri dengan Tuhan." jawab Gus Dur dengan masih tertawa.

" Lah kok bisa ?" tanya pendeta dan biksu makin penasaran.... Mau tahu cerita selanjutnya? klik di sini  (Ism) 

Humor Gus Dur ini dikutip Dream.co.id dari laman NU Online yang didapat dari kiriman Ahmad Lailatus Sibyan, santri asal Jawa Tengah, tinggal di Yogyakarta. 

[crosslink_1]

Beri Komentar