Dream - Dalam perjalanan Rasulullah Muhammad SAW menyebarkan agama Islam, fase Madinah sangat penting. Fase ini merupakan masa cemerlang, lantaran pengaruh Islam begitu cepat tersebar.
Ketika tiba di Madinah, Rasulullah bersama rombongan mendapat sambutan yang luar biasa. Banyak orang menawarkan tempat tinggal, hingga Rasulullah kebingungan.
Akhirnya, Rasulullah memutuskan melepaskan unta yang dikendarai Nabi Muhammad, yang diberi nama Al Qushwa, sehingga bebas berjalan. Kepada umat Islam Madinah, Rasulullah mengatakan jika unta tersebut berhenti di satu tempat, maka di situlah tempat tinggalnya.
" Biarkan unta itu berjalan, di mana dia berhenti, di situlah kami tinggal, karena unta itu sudah ada yang memerintah," ucap Rasulullah.
Semua orang mengikuti arah unta itu berjalan. Sampai di tanah lapang yang kerap digunakan untuk menjemur kurma, unta itu berhenti dan beristirahat. Semua orang bersorak.
Rasulullah pun mengatakan di lokasi yang menjadi tempat unta itu beristirahat akan dibangun masjid. Rasulullah pun membeli tanah lapang itu dari pemiliknya, kakak beradik yatim Sahal dan Suhail.
Kakak beradik itu sempat menolak uang Rasulullah dan ingin mewakafkan tanah mereka. Tetapi, Rasulullah tak mau menyia-nyiakan hak orang lain terutama anak yatim, sehingga tanah itu tetap dibeli dengan harga wajar.
Dari masjid itulah, yang saat ini dikenal dengan Masjid Nabawi, Rasulullah membangun Madinah menjadi kota yang makmur. Modal yang digunakan Rasulullah adalah semangat persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar yang telah diikat dalam ukhuwah Islamiyah.
Tak hanya itu, Rasulullah membuat perjanjian dengan sejumlah pihak dari berbagai latar belakang suku, ras, dan agama. Perjanjian itu dituangkan dalam catatan yang hingga saat ini dikenal sebagai Piagam Madinah.
Piagam Madinah memuat 47 pasal yang kesemuanya mengatur tentang persatuan, persaudaraan, hak asasi, dan lain-lain. Piagam Madinah juga memuat pasal mengenai kewajiban setiap orang beriman, apapun agamanya, untuk melawan segala bentuk kezaliman, pelanggaran ketertiban, permusuhan, dan penipuan.
Hingga saat ini, dunia mengakui Piagam Madinah merupakan wujud konstitusi tertulis pertama di dunia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Piagam Madinah sangat universal, sehingga relevan diterapkan pada masyarakat dunia manapun.
Uraian mengenai kisah ini dapat Anda simak pada tautan berikut.
Advertisement
Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres

Seluruh Sektor Kompak Menguat, IHSG Tancap Gas di Penutupan Sesi I

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif


Berapa Lama Harus Bisa Plank Sesuai Usia? Ini Patokan untuk Usia 18 hingga 60 Tahun ke Atas

7 Makanan yang Sering Dianggap Tidak Sehat, Padahal Kaya Nutrisi

Ingin Meningkatkan Rasa Mencitai Diri Sendiri? Coba Ubah Cara Mengingat Masa Lalu

Tuban dan Canggu Ada di Jawa dan Bali, Mengapa Nama Tempatnya Bisa Sama?

Masa Dinosaurus Dikenal Juga sebagai Zaman Jurassic, Apa Artinya?


Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama