Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Malala Youseafzai (parade.condenast.com/)
Dream - Aktivis pendidikan asal Pakistan, Malala Yousafzai, memenangkan Nobel Perdamaian 2014. Dua tahun silam, gadis berusia 17 tahun ini pernah ditembak oleh militan Taliban karena lantang memperjuangkan hak pendidikan bagi kaum perempuan di negaranya.
Menurut laman The Guardian, Jumat 10 Oktober 2014, Komite Nobel memberikan penghargaan kepada Malala karena dianggap sebagai pejuang hak perempuan untuk mendapatkan pendidikan.
Pada 2012, Malala menjadi `pahlawan`. Khususnya bagi kaum remaja putri Pakistan. Dia berani menantang mara bahaya dengan getol menulis hak-hak perempuan melalui blog. Akibatnya, dia ditembak pada bagian kepala oleh kelompok Taliban.
Setelah penembakan itu, Malala mengalami koma selama berminggu-minggu. Dia bahkan harus diterbangkan ke Inggris untuk mendapat perawatan di Rumah Sakit Queen Elizabeth di Birmingham. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan. Bulan lalu, militer Pakistan mengklaim telah menangkap 10 anggota Taliban yang diduga mencoba membunuh Malala.
Sejak itulah nama Malala semerbak harum. Dia tak kapok memperjuangkan hak-hak perempuan di negaranya. Dia justru semakin getol, tak hanya berkampanye di dalam negeri saja. Setelah penembakan itu dia menjadi pembicara tentang hak pendidikan anak perempuan di PBB.
Bertemu Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, dan tahun lalu dinobatkan sebagai 100 tokoh paling berpengaruh versi Majalah Time.
Penghargaan ini juga diberikan kepada aktivis hak anak India, Kailash Satyarthi. Keduanya berhak mendapatkan hadiah sebesar Rp 13,5 miliar. Penghargaan ini diserahkan oleh Ketua Komite Nobel yang juga mantan Perdana Menteri Norwegia, Thorbjoern Jagland, pada Jumat pagi. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya