Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Dream - Rasulullah Muhammad SAW adalah seorang penyabar dan tidak pendendam. Meski pernah merasakan kesedihan seperti ditinggal istri tercinta, Khadijah, dan paman yang telah merawatnya sejak kecil, Hamzah bin Abdul Muthalib, Rasulullah tidak pernah sampai marah.
Meski begitu, Rasulullah ternyata pernah sangat bersedih hingga marah. Sikap yang mungkin berbenturan dengan karakter Rasulullah yang begitu tenang dan sabar.
Lantas apa yang membuat Rasulullah begitu marah?
Kisah itu dikenal dengan tragedi Bi'r Ma'unah. Dalam tragedi itu, 70 sahabat terbaik Rasulullah dibantai saat mereka menjalankan misi menyebarkan ajaran Islam.
Kisah ini bermula ketika Rasulullah mendapat kabar yang cukup menggembirakan, tentang beberapa kaum yang ingin memeluk Islam. Kaum itu sampai meminta Rasulullah mengirimkan utusan untuk mengajarkan Islam kepada mereka.
Permintaan itu dijawab Rasulullah dengan mengirim 70 sahabat terbaik. Kedudukan mereka sangat istimewa karena penguasaan atas ilmu agama yang jauh dibandingkan sahabat-sahabat lainnya.
Para sahabat istimewa ini bahkan sampai tidak dibolehkan ikut perang. Ini semata-mata agar mereka mendalami ilmu agama seperti diajarkan Rasulullah secara langsung sehingga bisa menyebarkan Islam.
Bisa dikatakan, mereka adalah kader terbaik Rasulullah. Para sahabat itu sudah mencapai derajat qurra', yang tidak hanya hafal Alquran, melainkan juga paham hukum-hukum syariat dan berpengetahuan luas.
Para sahabat itu kemudian berangkat melaksanakan perintah Rasulullah mengajarkan Islam kepada kaum, yaitu Bani Sulaim. Peristiwa kelam terjadi ketika mereka sampai di sumur Ma'unah.
Di dekat sumur itu, mereka dibantai secara kejam oleh Bani Sulaim. Kabar itu sampai ke telinga Rasulullah dan membuat Sang Nabi sangat terpukul.
Selama sebulan penuh, Rasulullah marah dan mengucapkan laknat kepada para pelaku pembantaian. Peristiwa itulah yang menjadi dasar disyariatkannya Qunut Nazilah.
Doa ini dibaca Rasulullah setiap kali sholat wajib berjemaah selama sebulan penuh. Berarti dalam sehari, doa ini diucapkan sebanyak lima kali dan diamini oleh para sahabat.
Bahkan, lafal doa yang diucapkan Rasulullah sangat mengerikan. Seperti tertuang dalam hadis riwayat Bukhari yang artinya,
" Ya Allah, keraskanlah siksa-Mu atas (kaum) Mudhar. Ya Allah, jadikanlah atas mereka musim kemarau seperti musim kemarau (yang terjadi pada zaman) Yusuf."
Dalam riwayat lain, Rasulullah sampai menyebut nama-nama pelaku pembantaian 70 sahabat itu dalam doanya.
" Ya Allah, laknatlah si fulan, si fulan, dan si fulan."
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
