Perjuangan Istri Stephen Hawking: Kematian Sempat Melintas

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 24 Mei 2015 14:01
Perjuangan Istri Stephen Hawking: Kematian Sempat Melintas
Bersuamikan pria jenius, Jane Hawking merasakan senang susahnya hidup bersama Stephen Hawking.

Dream - Di era modern, siap tak kenal dengan sosok manusia paling jenius Stephen Hawking. Dia seringkali dibandingkan dengan Albert Einstein. Namun di balik namanya itu, perjuangan orang di balik kesuksesannya tak kalah mengagumkan.

Jane Hawking, 71, adalah tokoh utama dibalik perjuangan Stephen Hawking. Sebagai istri pertama, Jana akhirnya berbicara tentang perjuangan yang dihadapinya kala merawat suami dan tiga anak. Kehidupan di bawah tekanan ekstrim dari seluruh masyarakat dunia.

Pejuangan Jane penuh dengan kelelahan. Fisik dan mental menguji Jane. Keinginan bunuh diri pun sempat terbesit dalam pikirannya. Dia tak tahan dengan kondisi keluarganya yang mendapat sorotan masyarakat dunia melalui kejeniusan suaminya.

" Kadang-kadang hidup begitu mengerikan sehingga secara fisik dan mental melelahkan. Kadang saya ingin melemparkan diri ke sungai - walaupun tentu saja saya berhenti karena anak-anak," katanya dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph seperti dikutip dari laman independent.co.uk, Sabtu, 23 Mei 2015.

Cerita Jane menjadi perhatian luas publik setelah rilis film biografi suaminya The Theory of Everything, yang dibintangi aktor Eddie Redmayne.

Dalam film tersebut, Redmayne memerankan salah satu ilmuwan paling terkenal di dunia, Stephen Hawking. Atas perannya tersebut, Redmayne akhirnya menerima penghargaan Oscar dan BAFTA.

Hubungan Jane dengan Stephen dimulai tak lama setelah suaminya itu didiagnosis dengan penyakit terminal motor neurone. Namun pasangan ini akhirnya berhasil bertahan hingga pernikahan mereka selama 25 tahun. Sebelum Hawking meninggalkannya untuk tinggal bersama perawatnya Elaine Mason.

" Dalam kehidupan nyata kita kesulitan menangani penyakit Stephen yang jauh lebih besar daripada yang digambarkan dalam film," kata Jane kepada Guardian.

" Tidak ada alternatif untuk tetap bertahan. Saya merasa sangat berkomitmen untuk Stephen, dan saya tidak berpikir dia bisa melaluinya tanpa saya. Saya ingin dia terus melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan saya ingin anak-anak memiliki keluarga yang stabil di belakang mereka - jadi kami harus melanjutkan hidup."

Dinominasikan untuk lima Oscar, empat Golden Globes dan sepuluh BAFTA, The Theory of Everything meraup 77.000.000 poundsterling di seluruh dunia.

Jane dan Stephen dilaporkan berhubungan baik meskipun mereka bercerai. Bahkan Jane mengatakan bahwa film ini telah membawa mereka lebih dekat bersama-sama.

" Saya pikir film ini telah menunjukkan kepada Stephen tentang segala perjuangan saya yang mungkin tidak diketahuinya. Film memperlihatkan bagaimana saya benar-benar mencoba memberikan dukungan terbaik untuknya dalam waktu yang lama," katanya. (Ism) 

Beri Komentar