Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Ilustrasi Anak Jalanan
Dream - Masa anak-anak seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan untuk bermain dan belajar. Namun tidak bagi anak-anak jalanan.
Di kota-kota besar seperti Jakarta tidak sedikit melihat pemandangan bocah yang lalu lalang di pinggir jalan. Mereka menadahkan tangan meminta belas kasihan. Ada juga yang memilih mengamen.
Kondisi itu membuat sebagian orang merasa iba dan kemudian memberikan sebagian uangnya. Namun menurut Direktur Kesejahteraan Sosial Anak, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Edi Suharto hal itu tidak dibenarkan.
" Kalau niatnya sedekah memang baik. Tapi sebaiknya jangan di jalanan. Memang iba rasanya bila melihat mereka. Masyarakat masih suka kasih uang. Pola pikir ini harus diubah, kalau mau sedekah jangan di jalanan. Lebih baik di badan amal yang pasti," kata Edi saat ditemui Dream.co.id di Panti Sosial Bina Remaja kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.
Kebiasaan kecil itulah menurut Edi yang membuat jumlah anak jalanan meningkat. Karena, bila terus memberikan uang mereka akan terus bertahan. Dan orangtua mereka bisa saja lebih kejam menargetkan anak-anak untuk terus cari uang di jalanan.
" Bisa saja nantinya jumlah mereka meningkat," ungkap Edi.
Edi berharap, masyarakat tidak salah kaprah dalam hal pemberian sedekah kepada anak jalanan. Memang, kata dia, sedekah itu bisa dimana saja, tetapi sebaiknya tidak untuk anak-anak jalanan.
" Kalau mau membantu mereka bisa dengan menciptakan lapangan pekerjaan atau memberikan mereka kursus supaya pendidikan mereka lebih baik. Mari bersama pemerintah kita lakukan bersama," ungkap Edi.
Bukan hanya Kementerian Sosial, Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait juga mengatakan hal yang sama. Arist sangat tidak menyarankan masyarakat memberikan uang untuk anak jalanan.
" Partisipasi masyarakat juga kita butuhkan. Kalau kasihan dengan mereka solusinya bukan memberikan uang. Ajarkan mereka keterampilan supaya bisa jadi modal mereka untuk bekerja," kata Arist. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

