CONNECT WITH US!

Sejarah Disyariatkannya Sholat Menghadap Kabah

Reporter : Ahmad Baiquni | Selasa, 14 November 2017 12:02
Setelah turun perintah sholat melalui peristiwa Isra' Miraj, Rasulullah mendapat perintah untuk sholat menghadap ke Baitul Maqdis.

Dream - Setiap kali mendirikan sholat, umat Islam di seluruh dunia pasti menghadap ke kiblat. Hal itu merupakan syariat yang menjadi syarat sahnya sholat.

Kiblat adalah tempat yang merujuk pada Kabah, salah satu bangunan tertua yang ada di dunia.

Sejumlah riwayat menyebutkan Kabah pertama kali didirikan oleh Nabi Adam AS. Bangunan ini disebut juga bayt al athiq karena sangat kuno, seperti tertera dalam Surat Al Hajj ayat 29.

Dan tawaf (berkeliling) lah kalian di rumah yang kuno.

Dalam Alquran disebutkan Kabah sudah ada pada zaman Nabi Ibrahim AS. Hal itu tercantum dalam Surat Ibrahim ayat 37.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.

Juga pada Surat Al Baqarah ayat 127.

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): " Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Rasulullah Muhammad SAW sendiri selalu sholat menghadap Kabah sebelum turunnya perintah sholat melalui peristiwa Isra' Miraj. Setelah peristiwa tersebut, Rasulullah diperintahkan untuk sholat menghadap Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) yang saat ini masuk wilayah Palestina.

Imam Abu Al Fida Ismail Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir memberikan gambaran tatkala Rasulullah menjalankan perintah Allah dengan sholat menghadap Baitul Maqdis.

" Yang pertama kali di-naskh dalam Alquran ialah kiblat, bahwasanya Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, sementara penduduk Madinah mayoritas adalah Yahudi, Allah memerintahkan untuk menghadap Baitul Maqdis (ketika sholat), maka berbahagialah orang Yahudi. Rasulullah menghadap Baitul Maqdis (ketika sholat) selama lebih dari 10 bulan, padahal Rasulullah lebih senang pada kiblatnya Nabi Ibrahim (Kabah), maka Rasulullah seringkali berdoa dan menghadap ke langit."

Akhirnya turunlah perintah dari Allah agar Rasulullah mengalihkan kiblat sholatnya dari Baitul Maqdis ke Kabah. Perintah itu tertuang dalam Surat Al Baqarah ayat 144.

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.

Perintah itu turun ketika Rasulullah bersama para sahabat sedang melaksanakan sholat di sebuah masjid di pinggir kota Madinah. Seketika, Rasulullah mengalihkan hadapnya dari Baitul Maqdis ke Kabah.

Untuk mengenang peristiwa itu, masjid yang digunakan Rasulullah masih mempertahankan dua arah kiblat. Masjid tersebut dinamai Masjid Qiblatain yang artinya Masjid Dua Kiblat.

Selengkapnya...

Umi Pipik & Sunu Matta Buka Suara Soal Gosip Pernikahan