Suami Meninggal, Muslimah Tak Boleh Disebut 'Mantan Istri'?

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 17 Januari 2018 20:00
Suami Meninggal, Muslimah Tak Boleh Disebut 'Mantan Istri'?
Istri termasuk salah satu pihak yang berhak atas harta peninggalan suaminya.

Dream - Ada pemahaman di masyarakat yang menyebut wanita yang ditinggal mati suaminya sebagai mantan istri. Dasarnya, ikatan antara keduanya sudah terpisah seiring dengan meninggalnya suami wanita itu.

Perpisahan tersebut juga dianggap sebagai bentuk perceraian. Pun demikian, wanita tersebut juga dianggap tidak memiliki hak lagi atas suaminya.

Bagaimana Islam memandang hal ini?

Dikutip dari laman rumah fiqih Indonesia, Ustas Ahmad Sarwat Lc., menyatakan penyebutan 'mantan istri' bagi wanita yang ditinggal mati suaminya tidak bisa dibenarkan. Meski statusnya tidak lagi menjadi istri pria yang meninggal, bukan berarti wanita tersebut dianggap sudah tidak ada hubungan lagi.

Istilah 'mantan istri' sebenarnya kurang lazim didengar. Apalagi jika dibandingkan dengan sejumlah istilah yang tercantum dalam Alquran.

Sejumlah ayat Alquran tetap menyebut wanita yang menikah dengan istilah 'istri' meskipun suaminya telah meninggal. Contohnya seperti pada Surat An Nisa ayat 12.

Dan bagimu seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh istri-istrimu.

Di ayat lain, Allah menetapkan masa iddah bagi wanita yang ditinggal mati suaminya yaitu selama 4 bulan 10 hari. Saat masa iddah selesai, mereka tidak disebut 'mantan istri', seperti pada Surat Al Baqarah ayat 234.

Orang-orang yang meninggal dunia di antaramu dengan meninggalkan isteri-isteri, maka wajiblah atas para istri itu untuk menangguhkan dirinya (beriddah) selama empat bulan sepuluh hari.

Sebab lain, istri masih termasuk ahli waris suami. Sehingga, dia masih punya hak atas peninggalan suaminya.

Jika disebut sebagai 'mantan istri', maka wanita itu tidak punya hak waris atas harta suaminya. Dan tidak ada satu pun ulama yang menyatakan istri ditinggal mati tidak berhak atas warisan dari suaminya.

Selengkapnya...

Beri Komentar