Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Lupa akan sesuatu merupakan hal lazim bagi seorang manusia. Bahkan, lupa juga kerap dialami seorang Muslim ketika sholat.
Dalam kajian fikih, jika seseorang lupa jumlah rakaat atau salah satu gerakan sholat, maka dianjurkan untuk melakukan sujud sahwi sebanyak dua kali sebelum sholat.
Ternyata, ada sebagian orang yang menganggap sholat harus diulang meski sudah mengerjakan sujud sahwi. Dasarnya, yang terlupa adalah rukun sholat seperti sujud.
Benarkah pandangan ini?
Dikutip dari putusan Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah, makna 'sahwi' secara bahasa adalah 'lalai atas suatu perkara'. Bisa juga diartikan 'lupa'. 'Sahwi' memiliki padanan kata 'nisyan'.
Wahbah Al Zuhaili dalam Al Fiqh Al Islami wa Adillatuhu menjelaskan perbedaan antara 'sahwi' dengan 'nisyan'. Menurut Al Zuhaili, orang yang mengalami 'nisyan' (kelupaan), jika diingatkan, maka dia akan teringat, berbeda dengan orang yang mengalami 'sahwi'.
Dalil mengenai pelaksanaan sujud sahwi yaitu hadis riwayat Muslim.
Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam sholatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat, tiga ataukah empat rakaat, maka buanglah keraguan dan ambillah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata salatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan.
Juga hadis riwayat Bukhari.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Rasulullah SAW (pernah) mengimami kami sholat zuhur atau asar, lalu beliau salam. Kemudian Dzulyadain bertanya kepada beliau: Wahai Rasulullah, apakah sholat dikurangi (rakaatnya)? Beliau kemudian bertanya kepada para sahabat: Benarkah yang dikatakannya? Para sahabat menjawab: Benar. Lalu beliau menyempurnakan dua rakaat yang tertinggal, kemudian sujud dua kali. Sa’ad berkata: Aku melihat ‘Urwah bin Zubair sholat magrib dua rakaat lalu salam, kemudian ia langsung bercakap-cakap, setelah itu ia menyempurnakan (rakaat yang kurang) dan sujud dua kali. Abu Hurairah berkata: Begitulah yang dikerjakan Nabi SAW."
Terkait apakah harus mengulang sholat, belum ada riwayat yang menjelaskan Rasulullah Muhammad SAW pernah melakukan hal itu. Mengerjakan sujud sahwi sudah cukup untuk menggenapkan sholat.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

JKT48 dan Bernadya Tampil di AXIS Nation Cup 2026, Bikin Grand Final Makin Meriah!

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?