Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Satu bulan pertama setelah bayi lahir, jadi masa-masa yang paling berat bagi ibu terutama pada malam hari. Bayi kerap terbangun baik untuk menyusu, tidak nyaman atau popoknya penuh.
Setelah bayi berusia 3 bulan biasanya siklus tidurnya sudah membaik. Tak terlalu sering terbangun dan mengikuti kebiasaan tidur orangtuanya. Saat bayi sudah bisa tidur teratur, ternyata muncul masalah baru.
Ibu tetap terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Gangguan tidur ini sering disebut momsomnia. Hal ini diungkapkan oleh Michael Breus, seorang dokter tidur.
" Tubuh sudah terbiasa terbangun tengah malam dan terjaga untuk melayani bayi. Muncul kecemasan jika kembali tidur si kecil nanti menangis atau membutuhkan sesuatu," kata Breus, seperti dikutip dari PureWow.
Efeknya, ibu jadi mengalami sulit tidur dan cenderung terjaga hingga pagi. Kondisi tersebut tak biasa dibiarkan, ibu sangat butuh tidur demi kesehatan mental dan fisiknya.
Cobalah buat waktu tidur setenang mungkin, jika memang si kecil menangis akan terdengar dengan jelas. Tanamkan dalam pikiran kalau bayi tidur nyenyak berarti ibu juga harus tidur dengan nyaman.
" Tidur diatur oleh dua kekuatan yang berbeda dan saling melengkapi, dorongan tidur internal dan jam tubuh. Jika pergi tidur sebelum jam tubuh siap dapat membuat Anda bangun sangat pagi dan tidak dapat kembali tidur," ungkap Breus.
Untuk itu, perhatikan betul rutinitas tidur setiap hari. Semakin Anda bisa meritualkan rutinitas tidur, maka kualitas tidur semakin baik.
Advertisement


5 Langkah Mengasah Pikiran Positif untuk Hidup yang Lebih Bahagia

Puting Lecet Saat Olahraga: Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengatasinya

5 Ritual Mingguan yang Bisa Membuat Hubungan Tetap Harmonis dan Dekat Menurut Terapis

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Depresi Diduga Menghambat Kemampuan Otak Membentuk Sel Saraf Baru